alexametrics

Khofifah Kenang Jualan Es Lilin di Wonocolo

10 Mei 2018, 16:20:10 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa pernah dua kali menjadi menteri. Pertama, menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden RI-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kedua, Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun kesuksesan itu tentu tak datang begitu saja. Khofifah pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Bahkan semasa kecil, dia pernah menjadi penjual es lilin di kampung halamannya Wonocolo, Surabaya.

Khofifah mengenang kisah masa kecilnya saat mengisi pengajian rutin. Kegiatan untuk mengisi libur kampanye itu dihadiri sejumlah warga yang merupakan tetangga Khofifah. Tentu momentum tersebut menjadi ajang nostalgia masa lalu.

Khofifah menceritakan, jualan es lilin dilakukan saat dirinya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Penjualnya menyasar teman-teman sekolah hingga teman mainnya di Wonocolo.

“Ini kampung saya. Dulu di Wonocolo ini, saya keliling kampung dan jualan es lilin. Kalau uangnya kumpul, saya belikan buku-buku,” kenang Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu, Kamis (10/5).

Khofifah menghabiskan masa mudanya sampai sarjana di Wonocolo. Sehingga kedekatan emosional dengan warga Wonocolo tak bisa dielakkan. Singkatnya, pada tahun 1992 menjadi titik awal karir Khofifah dalam dunia politik nasional.

Waktu itu, mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya tersebut terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia mengakhiri karir di parlemen pada 1998.

Kemudian pada 1999, Khofifah kembali ke Senayan melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun tak lama kemudian, Khofifah diangkat menjadi menteri oleh Gus Dur.

Meski pernah menjadi Menteri dua kali, Khofifah masih konsisten dengan gaya penampilannya yang sangat sederhana. Ia pun mengakui jika fesyen yang dikenakannya setiap hari terkesan ndeso.

“Tapi lalu diberi anugrah Allah menjadi menteri zamannya Presiden Gus Dur. sampai sekarang penampilannya ya tetap ndeso begini,” celetuk Khofifah di hadapan ibu-ibu pengajian.

Khofifah menegaskan, menjadi pejabat tidak boleh untuk tujuan kekayaan. Jika hanya mengandalkan gaji jabatan, maka susah bisa menjadi kaya raya. Oleh karenanya, jabatan itu harus diniati dengan tulus untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya ini nggak kaya. Rumah di Jemursari itu tanah warisan. Anak-anak saya kuliah di luar negeri juga karena dapat beasiswa. Semoga anak-anak kampung Wonocolo nanti juga ada yang jadi menteri dan menjadi pejabat tinggi yang membawa manfaat bagi bangsa,” papar perempuan yang sudah malang melintang dalam dunia birokrasi itu.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Khofifah Kenang Jualan Es Lilin di Wonocolo