JawaPos Radar

Cegah Kampanye Hitam, Bawaslu Bakal Plototi Sosmed

10/01/2018, 00:05 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ketua Bawaslu Abhan
Ketua Bawaslu Abhan (rmol/jawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah tidak lepas dari 'penyakit demokrasi’ yakni kampanye hitam. Dalam pilkada serentak tahun ini praktik curang itu diprediksi masih menjadi senjata ampuh untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan mengatakan, untuk mengatasi penyebaran kampanye hitam, pihaknya akan mengawasi dengan ketat akun media sosial resmi pasangan calon yang telah didaftarkan ke KPU.

Bahkan, Abhan menegaskan lembaganya juga telah diberikan restu oleh kepolisian untuk dapat memproses secara langsung paslon yang terbukti melakukan kampanye hitam. Sanksinya, paslon itu langsung dapat didiskualifikasi sebagai peserta pemilu.

"Memang kalau menghadapi kampanye hitam, secara normatif di undang-undang telah jelas itu bagian dari tindak pidana pemilihan," kata Abhan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (9/1).

Namun, Abhan menegaskan, pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi jika nantinya pelaku berasal dari luar akun media sosial yang resmi didaftarkan ke KPU. 

Karena itu, Bawaslu telah berkerja sama dengan cyber crime polri untuk melacak keberadaan akun tersebut. Jika terbukti, ungkap Abhan, pemilik akun tersebut akan bersiap menghadapi proses hukum hingga ke meja hijau.

"Kami akan proses akun akun yang memenuhi tindak pidana hingga ke proses kepengadilan bersama kepolisian dan kejaksaan," pungkasnya. 

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up