alexametrics

Kemendagri Belum Terima Laporan Pelanggaran pada Pilkada Serentak 2020

9 Desember 2020, 14:20:41 WIB

JawaPos.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan belum menerima laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan, dalam pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Kemendagri mengklaim melakukan pemantauan pada 270 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

“Hal-hal yang berkenaan dengan pelanggaran, kita belum dapatkan informasi itu, tapi sebelum pencoblosan memang ada laporan-laporan berkenan dengan netralitas ASN, ketidaksiapan di lapangan, tapi Alhamdulillah sampai kemarin sudah bisa diatasi,” kata Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan dalam keterangannya, Rabu (9/12).

Benni menuturkan, Mendagri Tito Karnavian telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemantauan langsung terkait pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Hinga kini, Kemendagri belum menerima laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan maupun dengan dugaan pelanggaran lainnya dalam Pilkada.

“Jadi sampai hari ini kita belum mendapatkan laporan-laporan apakah serangan fajar, tapi nanti kita akan tunggu progres laporan di lapangan,” cetus Benni.

Menurut Benni, pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan gelaran Pillada Serentak 2020 berjalan dengan baik dan lancar. Dia memastikan, alat pelindung diri (APD) juga diterapkan pada setiap TPS.

“SDM penyelenggara juga cukup lengkap, APD yang tersedia memadai dan proses pemungutan suara sudah berlangsung. Ini daerah yang kita sinyalir cukup agak berat untuk melaksanakannya,” pungkas Benni.

Baca juga: Kemendagri,Pelanggaran Pilkada, Pilkada Serentak 2020

Untuk diketahui, Pilkada 2020 diikuti oleh 270 daerah dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Pilkada Serentak 2020 merupakan Pilkada Serentak gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan Desember 2015.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads