alexametrics

Hari Ini 269 Daerah Memilih Pemimpin

Di Solo, Gibran-Teguh Diprediksi Mendominasi
9 Desember 2020, 11:06:18 WIB

JawaPos.com – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di 269 daerah dilakukan secara serentak hari ini (9/12). Dari jumlah tersebut, terdapat beberapa daerah yang sering menjadi sorotan publik.

Terutama pilkada yang diikuti pasangan calon (paslon) dari lingkaran istana.

Di Solo, putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon yang diunggulkan beberapa lembaga survei. Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa akan berhadapan dengan paslon Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo. Kemarin (8/12) dua paslon itu memilih menghabiskan waktu bersama keluarga masing-masing.

Budi Prasetyo, sekretaris tim pemenangan paslon nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, menjelaskan bahwa Gibran bakal menggunakan hak pilihnya di TPS 22 Manahan dan Teguh di TPS 14 Baluwarti, Pasar Kliwon. Sayangnya, sampai berita ini selesai ditulis, Gibran belum bisa dihubungi.

Teguh menuturkan, selama masa tenang, dirinya menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama keluarga. Apalagi, dia sudah mengundurkan diri dari kursi anggota DPRD Kota Surakarta. ”Beberapa kali juga datang ke acara internal DPC (PDIP Surakarta). Kemarin malam juga ikut rapat virtual bersama satgas,” kata Teguh kepada Jawa Pos Radar Solo.

Selain itu, dia sempat berziarah ke makam orang tuanya di kompleks pemakaman bekas Keraton Kartasura. ”Ya, mendoakan orang tua sekalian minta restu. Kalau besok terpilih, bisa amanah kepada masyarakat. Itu saja,” ujar Teguh.

Rival Gibran, Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo, sama-sama memanjatkan doa dari rumah masing-masing. Bagyo bersama istri juga berziarah ke makam kedua orang tuanya di TPU Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, sekitar pukul 14.00. Malamnya mereka mengadakan wiridan agar diberi ketenangan hati dalam menghadapi hari pencoblosan.

”Ya, berdoa sendiri-sendiri. Pak Pardjo (F.X. Supardjo) di rumahnya. Saya juga di rumah,” jelas Bagyo. ”Sejauh ini dukungan ke kami cukup merata. Tapi, saya yakin perolehan suara di Laweyan tinggi. Pesan saya, yang menang jangan jemawa, yang kalah harus legawa,” tuturnya.

Selain Solo, keluarga Jokowi bertarung di pilkada Medan. Menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution, berpasangan dengan Aulia Rahman menjadi paslon nomor urut 2. Mereka diusung delapan partai politik. Yakni, PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI. Bobby-Aulia akan melawan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang hanya didukung Partai Demokrat dan PKS. Meski begitu, berdasar hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK), Akhyar-Salman unggul atas Bobby-Aulia. Menurut Direktur Jaringan RTK Endila Oktavian, survei berlangsung selama masa kampanye 8–11 November dan 30 November–3 Desember.

Dia menyebutkan, metode yang dilakukan adalah stratified systematic random sampling. Ada 810 responden. Hasil elektabilitas Akhyar-Salman mencapai 51,5 persen–53,1 persen. Bobby-Aulia hanya 37,3 persen hingga 38,8 persen. Angka undecided voters sebanyak 9–9,8 persen. ”Pada pilkada Medan ini, dari sampling yang kami ambil, 95,3 persen responden bakal menggunakan hak pilih dan yang masih ragu 4,7 persen responden,” ungkap Endila kepada Sumut Pos kemarin.

Di Tangerang Selatan (Tangsel), dari tiga paslon, ada satu orang yang tidak memiliki hak pilih. Yaitu, calon wakil wali kota nomor urut 1 Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Rahayu adalah keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, menjadi calon wali kota nomor urut 2. Siti Nur Azizah terdaftar di TPS 8 Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren. ”Ibu Rahayu Saraswati tidak punya hak pilih. Dia tidak masuk dalam DPT karena KTP-nya DKI, Jakarta Selatan,” jelas Komisioner KPU Tangsel Divisi Teknis Ahmad Mujahid Zein.

Di Surabaya, 2.143.797 pemilih menentukan pengganti Wali Kota Tri Rismaharini untuk periode lima tahun ke depan. Apakah pasangan Eri Cahyadi-Armudji atau Machfud Arifin-Mujiaman?

Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo memprediksi pilwali kali ini berlangsung ketat. Indikasi itu, kata dia, terlihat dari ceruk dukungan dan militansi para pendukung dalam rangkaian kampanye selama 71 hari. ”Saya prediksi berjalan sangat ketat,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, kedua paslon sama-sama berpeluang menang. Hal tersebut sangat bergantung kreativitas tim kampanye untuk menghadirkan para pendukungnya di TPS dan persepsi publik atas para kandidat. ”Saya menduga peluangnya masih 50:50. Selisih suaranya akan ketat,” jelasnya.

Di bagian lain, tingkat dukungan yang tinggi kepada kedua paslon diprediksi mengerek partisipasi pemilih. Meski, pilkada kali ini berlangsung dalam suasana pandemi. Sebab, setiap orang bakal memperjuangkan paslon yang dijagokan agar bisa memenangi kontestasi pilwali. ”Kita berharap angka partisipasi tinggi. Sebab, ini juga bentuk kepedulian warga Surabaya terhadap kotanya,” tutur Suko Widodo.

Sebagaimana diketahui, paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji diusung PDIP sebagai partai pemenang di Surabaya. Selain itu, mereka didukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ada pula lima partai nonparlemen yang melabuhkan dukungan ke pasangan Eri-Armudji. Yakni, PBB, Hanura, PKPI, Berkarya, dan Partai Garuda.

Sementara itu, Machfud-Mujiaman disokong delapan partai politik pemilik kursi di DPRD Kota Surabaya. Yaitu, PKB, Nasdem, Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PPP, dan PAN. Satu lagi parpol nonparlemen yang mendukung paslon nomor urut 2 adalah Perindo.

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menyatakan, tahapan menuju pemungutan suara hari ini dipastikan sudah siap. Berbagai kebutuhan logistik, baik logistik di TPS maupun APD dan alkes untuk mencegah penularan Covid-19, sudah disiapkan. Dia pun berharap warga Kota Pahlawan yang memiliki hak pilih tidak khawatir datang ke TPS. Sebab, proteksi sudah dilakukan dengan maksimal. ”Kami terapkan pengamanan berlipat di TPS,” ujarnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : atn/ves/mim/map/mar/c14/oni


Close Ads