alexametrics
Pilpres 2019

Jika Benar Ada Mahar dari Sandiaga, Pengamat: Prabowo Mudah Dibeli

9 Agustus 2018, 16:06:39 WIB

JawaPos.com – Kabar nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto kian menguat. Bahkan isu deklarasi Prabowo-Sandi pun telah dilontarkan dari kubu Gerindra.

Seiring menguatnya nama Sandiaga, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sempat digadang-dagang menjadi pendamping Prabowo pun meredup. Hal itu terjadi setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut Sandiaga memberikan uang Rp 500 miliar untuk menjadi pendamping Prabowo.

Melihat hal itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyatakan, munculnya isu mahar politik dari Sandiaga membuktikan Prabowo Subianto kekurangan logistik.

Jika Benar Ada Mahar dari Sandiaga, Pengamat: Prabowo Mudah Dibeli
Prabowo Subianto disebut bakal memilih Sandiaga S Uno sebagai cawapresnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

“Elektabilitas Sandiaga tidak terlalu tinggi. Tapi, elektabilitas Prabowo tinggi. Jadi, sangat disayangkan jika orang yang elektabilitasnya tinggi terbayar dengan logistik,” kata Yunarto kepada JawaPos.com, Kamis (9/8).

Yunarto mengatakan, Sandiaga bukan nama yang direkomendasikan oleh ijtima ulama. Dua nama yang direkomendasikan mendampingi Prabowo tak lain adalah Ustad Abdul Somad dan Salim Segaf Al-Jufri.

Sehingga Yunarto menilai, kemungkinan Prabowo bakal kalah melawan Jokowi jika menggandeng Sandiaga dalam Pilpres 2019. “Menurut saya, peluanganya jauh untuk menang,” tegas pria yang akrab disapa Toto itu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai. isu adanya mahar politik dari Sandiaga bisa saja hanya pancingan agar Demokrat mengeluarkan logistik lebih banyak.

“Saya cenderung menilai hal itu merupakan realitas politik karena siapa pun capresnya pasti akan membutuhkan sumber dana untuk membiayai program pemenangan,” ucap Karyono.

“Pasalnya, agak aneh jika Gerindra mengusung kedua kadernya untuk berpasangan,” lanjutnya.

Kendati demikian, Karyono tidak menampik politik transaksional masih mewarnai perjalanan bangsa dalam berdemokrasi. “Dalam sistem demokrasi, transaksional seperti yang berlangsung saat ini, mahar politik, dan dana operasional pemenangan bukan barang aneh,” ucapnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jika Benar Ada Mahar dari Sandiaga, Pengamat: Prabowo Mudah Dibeli