alexametrics

Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Sejalan dengan PDIP di 15 Provinsi

9 Mei 2019, 16:58:03 WIB

JawaPos.com – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan rasa syukurnya atas hasil sistem penghitungan internal yang menunjukkan kemenangan partai itu di 15 provinsi. Kemenangan partai berlambang banteng moncong putih itu selaras dengan kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di 21 provinsi.

“Artinya PDI Perjuangan bisa betul-betul bersama rakyat dan parpol KIK menjadi die hard-nya kemenangan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Kamis (9/5).

Berdasarkan data Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP, hingga kemarin, partai itu memenangkan pemilu legislatif di 15 provinsi. Perolehan suara PDIP yang terbesar ada di Bali dengan 57,56 persen, lalu diikuti Yogyakarta (34,15 persen), dan Sulut (32,28 persen).

Selanjutnya di Jawa Tengah (30,48 persen), Maluku Utara (29,37 persen), Kalimantan Tengah (28 persen), DKI Jakarta (25,07 persen), Sulawesi Barat (23,48 persen), dan Sumatera Utara (20,78 persen). Kemudian di Sulawesi Tenggara (20,64 persen), Jawa Timur (20,46 persen), Bangka Belitung (20,22 persen), Kalimantan Utara (19,27 persen), Lampung (18,82 persen), dan Banten (16,73 persen).

Sementara Jokowi-KH Ma’ruf menang di 21 provinsi dan luar negeri. Provinsinya sama dengan daerah yang dimenangkan PDIP di atas ditambah Papua, Papua Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Pengecualian hanya di Banten, dimana Prabowo-Sandi unggul.

Hasto mengaku pihaknya menyadari kemenangan linear PDIP dan Jokowi-Ma’ruf setelah dikontak sejumlah pengamat dan akademisi yang menyampaikan analisa dimaksud. Kata Hasto, bila dibedah lagi untuk kemenangan tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota, kesebangunan itu juga akan lebih terlihat.

Hasto menambahkan, pihaknya juga gembira lantaran berpotensi memecahkan rekor sebagai parpol pertama yang dua kali berturut-turut menjadi pemenang pemilu sejak pemilu‎ 1999.

PDIP berhasil mengalahkan ‘kutukan’ yang pernah dirasakannya sendiri sejak memenangkan pemilu 1999 namun kalah di 2004 oleh Golkar. Lalu Partai Golkar sendiri gagal mengulangi kemenangan itu dan kalah dari Partai Demokrat (PD) di Pemilu 2009.

Di pemilu 2014, Demokrat juga gagal mengatasi ‘kutukan’ pemenang pemilu tak mampu mengulangi prestasi dua kali berturut-turut karena tahtanya direbut PDIP. Dan baru PDIP yang berpotensi berhasil mengatasinya dengan kembali menjadi pemenang di 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang memberi kepercayaan kepada PDIP sebagai penopang utama pemerintahan Pak Jokowi,” ujar pria asal Yogyakarta itu.

Walau berpotensi jadi menjadi pemenang, Hasto memastikan partainya takkan menjadi angkuh dengan menjadi kekuatan terlalu dominan yang tak sehat bagi demokrasi. Dia bilang, mengingat seluruh parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang sama-sama telah bekerja keras, maka ke depan koalisi akan berpijak kepada kesepakatan bersama.

“Terutama kesepakatan bersama partai yang menerima dukungan rakyat sehingga melampaui parliamentary threshold di parlemen,” ungkapnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono