alexametrics
Debat Publik II Pilgub Jatim

Pengamat Ekonomi: Khofifah-Emil Berikan Solusi Konkrit dan Relevan

9 Mei 2018, 15:17:08 WIB

JawaPos.com – Penyajian materi berbasis data dan fakta  pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak dalam debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 di Dyandra Convention Hall Surabaya, (08/05) malam terlihat cukup realistis.

Menurut Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rumayya Batubara menyebut duet kandidat Khofifah-Emil paling menguasai panggung. Khofifah bisa menjelaskan detil programnya di sektor ekonomi dan pembangunan ini.

Melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) yang sangat dikuasai, Khofifah-Emil mampu membeberkan program yang disiapkan untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur. Baik Khofifah maupun Emil tampil prima dengan paparan program yang begitu lengkap plus dengan rancangan anggaran yang dibutuhkan. Rumayya menilai program yang ditawarkan pasangan Khofifah-Emil tampil lebih konkrit. Sehingga realisasi dari program yang ditawarkan Khofifah-Emil lebih masuk akan dan mudah dilaksanakan.

“Secara umum kedua Paslon sudah sukses untuk membahas masalah utama ekonomi Jatim yaitu kesenjangan. Namun dari segi substansi saya melihat Program usulan paslon 1 lebih realistis dan konkrit,” kata Rumayya kepada wartawan, di Surabaya, Rabu, (09/05).

Rumayya lantas mengulas pemaparan Khofifah-Emil dalam bidang pertanian. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan baik oleh Khofifah maupun Emil jauh lebih komprehensif. Misalnya, dengan membahas seluruh komoditas yang dibutuhkan masyarakat.

“Misal dalam program pertanian, paslon 1 secara komprehensif membahas 4 komoditas utama Jatim (beras, jagung, gula & garam) dengan strategi unik untuk masing-masing komoditas, sedangkan Paslon 2 hanya membahas tentang beras,” terangnya.

Ditambahkan Rumayya, ketidakmampuan pasangan nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno sangat terlihat sepanjang debat berlangsung. Seperti, saat memberikan pemaparan upaya penstabilan harga tidak relevan. Sebab, tidak sesuai dengan realitas keuangam daerah.

“Solusi masalah kestabilan harga komoditas pertanian Paslon 2 juga terlalu utopis & birokratik melalui pembentukan BUMD pangan.Padahal nyatanya sebagian besar BUMD Jatim dalam kondisi keuangan yang tidak sehat, terlebih lagi APBD Pemprov Jatim hanya sekitar 30% dari total APBD kabupaten/kota di Jatim,” lanjutnya.

Sebaliknya soal stabilitasi harga, peraih Hadi Soesastro Australia Award 2015 menilai pasangan Khofifah-Emil menawarkan program yang relevan karena ditopang para pelaku ekonomi masyarakat seperti petani dan pedagang. Program stabilitasi harga Khofifah-Emil disebut lebih pro-rakyat kecil.

“Solusi kestabilan harga Paslon 1 lebih realistis dengan melakukan sinkronisasi dalam siklus penanaman antar petani di Jatim agar tidak terjadi over supply saat panen, program ini tidak hanya mensasar akar masalah dari kestabilan harga tapi juga hemat ongkos dari sisi anggaran,” imbuhnya.

Kemudian terkait pengentasan pengangguran pasangan dwitunggal ini lebih menawarkan pada pengembangan UMKM sehingga tenaga yang terserap bisa lebih banyak.

“Solusi mengatasi pengangguran paslon 1 lebih realistis dengan bertumpu pada UMKM dimana sektor ini memang bersifat padat karya sehingga ketika sektor ini didorong tumbuh efeknya besar ke penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran,” jelas alumnus doktor The University of Western Australia ini.

Sebaliknya, solusi paslon Gus Ipul-Puti dengan menggunakan hitungan-hitungan penciptaan lapangan kerja melalui PMA/PMDN (Penanaman Modal Asing/Penanaman Modal Dalam Negeri). Model ini dinilai sangat beresiko dan tidak akurat.

“Mengingat sektor ini bersifat pada modal, terlebih lagi jenis lapangan pekerjaan yg diciptakan PMA/PMDN akan cenderung membutuhkan pekerjaan dengan pendidikan yang tinggi, sedangkan sebagian besar angkatan kerja di Jatim masih berpendidikan rendah. Apalagi tidak ada jaminan bahwa lapangan kerja yg diciptakan PMA/ PMDN akan diisi oleh pekerja dari Jatim,” pungkasnya.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pengamat Ekonomi: Khofifah-Emil Berikan Solusi Konkrit dan Relevan