alexametrics

Jawaban Sihar Soal Pertanyaan Kontrak Politik

9 Mei 2018, 20:16:17 WIB

JawaPos.com – Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (DJOSS) untuk berani tampil dan berani mengambil keputusan terhadap partai politik pendukung bila dipercaya memimpin provinsi ini 2018-2023 mendatang.

Dorongan tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum USU Prof Dr Hasyim Purba SH saat hadir sebagai pembicara di acara talk show sebuah radio swasta di Kota Medan, Rabu (9/5). Yang menjadi fokus topik pembicaraan adalah ‘Peluang Pasangan Calon’.

“Bila sudah menjabat gubernur, bukan gubernur partai pendukung. Tapi gubernur milik masyarakat Sumut. Gubernur harus berjalan on the track. Siapa pun yang terpilih, gubernur harus berani. Dilanggar harus ditindak. Ada ketentuan yang mengatur wewenang gubernur, sekarang tinggal implementasinya saja,” kata Hasyim, Rabu (9/5).

Jawaban Sihar Soal Pertanyaan Kontrak Politik
Cawagub Sumut Sihar Sitorus (ist/Dok.DJOSS)

Hasyim juga menantang paslon Djarot-Shar agar tak terikat dengan kontrak politik partai pendukung. Menurutnya, hal ini sangat penting agar wewenang dan keputusan gubernur mendatang, benar-benar memihak rakyat.

Menurut Hasyim, hal wajar bila adanya deal politik antara paslon dengan partai pendukung. Namun, deal politik tersebut harus dicermati dengan selektif. Agar, Sumut tak lagi kehilangan pemimpin karena terjerat kasus korupsi.

“Deal politik biasa, tapi harus di manage dengan baik. Kalau tidak akan terus begini kondisinya, bisa ditangkap KPK lagi. Kita berharap, ke depannya jangan terjadi lagi,” harapnya.

Menjawab tantangan Hasyim, Sihar menegaskan mereka mampu melakukan itu. Dasar penegasan tersebut, bahwa partai pengusungnya menjunjung tinggi komitmen untuk menyejahterakan masyarakat. “Kami mampu, karena kami tidak ada keterikatan masa lalu. Juga partai politik pendukung kami mempunyai ideologi untuk mensejahterakan rakyat,” tegas Sihar.

Masa lalu yang suram dialami Sumatera Utara membulatkan tekad DJOSS untuk fokus mensejahterakan Sumatera Utara. “Apalagi pengalaman yang lalu harus menjadi pelajaran kita semua. Saya dan Pak Djarot sangat berkeinginan dan bertekad memajukan dan menyejahterakan Sumatera Utara. Juga kami harus hadir di tengah-tengah permasalahan yang dihadapi masyarakat,” jelas Sihar.

Dalam kesempatan tersebut, Sihar pun mengajak masyarakat untuk berani lantang dalam menyuarakan perubahan bagi Sumut ke depannya. Dirinya pun berharap, pesta demokrasi ini tak menjadikan hilangnya rasa persaudaraan.

“Pilgub ini menjadi kesempatan besar untuk warga Sumut menyuarakan suaranya dengan lantang. Datanglah saat pemilihan nanti. Jangan karena Pilgub Sumut ini, persaudaraan kita hilang, pertemanan kita hilang. Siapa pun pemenang nanti, kita ingin Sumut damai. Begitu juga jika DJOSS menang,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga berkomitmen untuk menyiapkan waktu diskusi seharian bersama masyarakat jika mereka terpilih. Pertemuan tersebut nantinya membahas permasalahan atau program yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk masyarakat.

Sihar mengaku, sejak keluar dari zona nyamannya sebagai pengusaha dan bertekad memajukan Sumut. Dirinya melihat banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat selama ini. “Masyarakat dengan berbagai latarbelakang sangat penting dan berperan agar dilibatkan tiap program dan pemecahan masalah,” jelas pria berkacamata itu.

Hal itu pula yang mengharuskan dirinya yang mendampingi Djarot Saiful Hidayat, harus mendengarkan dan berpikir serta menjawab keluhan yang dihadapi masyarakat. “Saya dan Pak Djarot sangat bersyukur bisa berjumpa dengan masyarakat dari berbagai lapisan, profesi, etnis, agama seluruh Sumut. Kami melihat adanya kerinduan, keinginan masyarakat yang baru, kerinduan akan perubahan. Masyarakat saat ini merasa hampir putus asa,” tuturnya.

Karena tambah Sihar, kompleksnya permasalahan yang dihadapi di Sumut, bertambah banyak pula pekerjaan rumah yang harus dibereskan dan mengharuskan turun langsung melihat kondisi sebenarnya.

“Semua (Permasalahan) kondisi riil. Ini mengunggah kami untuk terus turun mendengarkan masyarakat. Kami melihat bahwa birokrasi itu harus turun di lapangan bukan hanya duduk di menara gading,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Jawaban Sihar Soal Pertanyaan Kontrak Politik