alexametrics
Debat Publik Kedua Pilgub Jatim

Adu Kuat Data, Gus Ipul Nampak Canggung Hadapi Khofifah

9 Mei 2018, 06:51:18 WIB

JawaPos.com – Adu kuat data kembali mewarnai dalam gelaran debat publik kedua Pilgub Jawa Timur 2018 yang berlangsung di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Selasa, (8/5) malam. Hal itu terlihat pada sesi tanya jawab masing-masing calon gubernur dalam segmen 4. Perang data ini dimulai ketika cagub nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa melempar pertanyaan kepada cagub nomor urut 2, Saifullah Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mempertanyakan salah satu program bernama Pak Kardiman yang digagas oleh Gus Ipul bersama pasangannya, Puti Guntur Soekarno. Dalam program tersebut, Gus Ipul berjanji akan membuka lapangan pekerjaan baru sebanyak 750 ribu pertahun.

 “Jadi kami ingin mendapatkan penjelasan dari Gus Ipul dan Mbak Putri, bagaimana sebetulnya backbone dan infrastruktur ekonomi disiapkan untuk membuka lapangan kerja sebanyak 750 ribu pertahun. Sementara hari ini pengangguran di Jawa Timur ada 827 ribu. Jadi sebetulnya setahun sudah cukup untuk menyelesaikan, mohon kami bisa mendapatkan penjelasan,” tanya Khofifah.

Seusai itu, dua moderator yang memimpin jalannya debat, Aiman Witjaksono dan Aviani Malik langsung meminta Gus Ipul untuk menjawab dengan batas waktu 90 detik. Melalui data yang diperoleh dari dinas penanaman modal Jatim tahun 2017, Gus Ipul bersikukuh program tersebut bisa terealisasi dengan tingginya investasi di Jatim. 

“Kita pakai data tahun 2017, jadi ada 120 triliun investasi yang direalisasikan di mana menyerap tenaga kerja 598 ribu lebih tenaga kerja yang terserap ini data dari dinas penanaman modal Provinsi Jawa Timur. Nah kalau kita tambah dengan 1.000 desa wisata ditambah dengan investasi yang sudah siap di belakangnya Saya kira bukan sesuatu yang sulit untuk menciptakan 750 ribu lapangan pekerjaan setiap tahun,” kata Gus Ipul sambil membaca catatannya.

Penjelasan Gus Ipul yang kurang fokus pada pokok pemasalahan yang dimaksud membuat Khofifah langsung mengeluarkan data-data yang dimilikinya dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Dari data yang dijelaskan Khofifah, apa yang dijanjikan Gus Ipul itu cukup tidak masuk akal. Sebab data BPS Jatim terbaru, penurunan angka pengangguran di Jatim hanya 0,04 persen pertahun. Selain itu, mimpi Gus Ipul itu tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Kita bisa simak bersama data BPS Jawa Timur tahun 2017, kita update pada data ekonomis dynamic per April 2018 bahwa pengangguran di Jawa Timur tahun 2016 4,14 persen.  per Februari 2017 4.10 persen. Jadi turunnya setahun itu cuman 0,04 ini data dirilis resmi oleh BPS Jawa Timur. Gus Ipul, jadi saya rasa data BPS pasti beliau sangat paham penurunan pengangguran hanya 0,04 persen. Kalau tenaga kerja 20,3 persen sesungguhnya sekitar 48.000 saja ini data BPS Provinsi Jawa Timur,” sindir Khofifah.

Dianggap tidak memahami data BPS Jatim, Gus Ipul kembali berkilah dengan data dari dinas penanaman modal yang sebelumnya telah dipaparkan. Meski terlihat canggung, Gus Ipul pun menyebut jumlah penurunan angka pengangguran di Jatim mencapai 0,21 persen tahun ini. 

“Kami juga punya data ada penurunan 0,2 1% tahun ini. sekarang tinggal 4 persen, itu juga data. Itu 500 ribu pekerjaan lebih dapat mengurangi menyerap tenaga kerja yang baru jadi ini juga data yang bisa dipastikan ini valid. Nah tinggal sekarang kita itung-itungan data yang saya catat Ini adalah data yang saya terima dari kepala dinas penanaman modal Jawa Timur, ini adalah fakta, kalau kita tidak bisa menciptakan tenaga kerja sampai segitu pengangguran akan terus meningkat dan sekarang rata-rata pengangguran itu kan kira-kira 800 ribu, ini kita cari alamatnya kita cari alamatnya yang 800 ribu karena penurunan kemiskinan setiap tahun memang turun tetapi masih ada 800 ribu yang masuk kategori pengangguran,” terang Gus Ipul dengan nada meninggi.

Saat dikonfirmasi seusai debat mengenai perbedaan data tersebut, Khofifah langsung memparkannya dengan gamblang. Tidak hanya dengan data BPS Jatim, mantan Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 ini menjelaskan secara rinci dengan data BPS Pusat. Yang ditekankan Khofifah, janji Gus Ipul itu tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Dari data BPS pusat, 1 persen pertumbuhan ekonomi nasional itu setara dengan pembukaan 400 ribu lapangan kerja baru. Sementara Jawa Timur jika tumbuh 1persen, maka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional itu 15 persen. Berarti kita bisa menghitung kalau ekonomi di Jawa Timur tumbuh 1 persen, itu kira-kira 15 persen dari 400 ribu, jadi kita bisa menghitung kalau 750 ribu (lapangan pekerjaan baru) itu ekonomi Jawa Timur harus tumbuh berapa persen? itulah yang tadi kami ingin konfirmasi dari paslon nomor dua,” terang Khofifah.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (did/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Adu Kuat Data, Gus Ipul Nampak Canggung Hadapi Khofifah