alexametrics

NasDem Ajak Santri Memilih dan Bergabung

9 April 2019, 01:34:56 WIB

JawaPos.com – NasDem merupakan partai nasionalis religius. NasDem tidak bertolak belakang dengan konsep Islam rahmatan lil alamin. NasDem pun mengajak santri yang ingin berpolitik dan menyampaikan pemikirannya terhadap bangsa, untuk memilih dan bergabung.

Ketua DPP Partai NasDem bidang Agama dan Masyarakat Adat Hasan Aminuddin menegaskan, partai besutan Surya Paloh itu memberikan kesempatan kepada tokoh dan anak muda kalangan pesantren untuk menjadi bagian dalam memajukan bangsa. Jadi, satri-satri diberi kesempatan untuk menjadi anggota dewan.

“Sebagaimana Pileg kali ini, nasdem beri kesempatan tokoh muda, anak muda kalangan pesanten menyalurkan pikirannya memalui jalur politi melalui legislator,” kata Hasan kepada wartawan, Senin (8/4).

Hasan menambahkan, sudah banyak anak muda pesantren menjadi Caleg di NasDem. dia mencontohkan Plt Ketua Anshor Jawa Timur yang mana identik dengan PKB berdasarkan Nahdlatul Ulama (NU).

“Dia malah memilih ikut saya di NasDem, Caleg DPRD Jawa Timur. Lalu Waketum Ansor Khairul Amri ikut saya di NasDem jadi Caleg DPR RI. Di Magelang ada keluarga pesantren jadi anggota DPR RI NasDem, sudah banyak ini,” tuturnya.

Hasan pun berharap santri-santri memilih NasDem untuk mengimplemtasikan ilmunya di pesantren. “Indonesia Islam punya wawasan nusantara dari Sabang sampai merauke,” tuturnya.

Selain itu, Hasan menegaskan pesantren bagian dari kekuatan awal kemerdekaan Indonesia. Oleh karenanya, dia berharap dengan dibahasnya RUU Pesantren dapat terwujud adanya kementerian khusus pesantren.

“Karena pesantren cukup luar biasa keberadaannya, harus ditangani khusus tidak bisa kementerian pendidikan ini atau kemenag tidak akan fokus. di luar pesantren saja sudah tidak mampu maksimal apalagi pesantren. Tentu NasDem ingin memberikan suport lahir batin dan maksimal kan bagaimana APBN berpihak kepada pesantren dibanding sebelumnya,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas mengatakan mengenai partai sebagai wadah bagi santri, sejarah membuktikan kaum santri terlibat langsung dalam kemerdekaan RI. Maka, santri sangatlah penting dalam membangun bangsa.

“Jadi secara kuantitatif jumlah santri tidak sedikit. Secara kualitatif, santri banyak yang punya prestasi membanggakan. Mereka tersebar di berbagai lini dan bidang profesi,” katanya.

Dia juga menegaskan partai akan rugi jika tidak menggandeng santri. Apalagi, santri merupakan peletak karakter bangsa.

“Sebagai pribadi saya berani mengatakan, pasti merugi partai-partai politik yang tidak memberi ruang bagi kaum santri untuk berkiprah di partai mereka. Melalui karakter sikap mandiri, jujur, dan berakhlak luhur mereka lah peletak karakter bangsa, pembangun peradaban negeri ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidz PWNU DKI Jakarta Abdul Azis Khafia mengatakan partai politik adalah salah satu instrument demokrasi dan alat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam menegakkan kebaikan dan mencegah keburukan. Maka santri masuk ranah partai politik adalah hal yang wajar.

“Menurut saya, bahkan partai politik yang di dalamnya banyak santri akan lebih baik, karena santri memiliki keunggulan tersendiri, yakni kecakapan dalam keilmuan baik keilmuan umum plus keilmuan Agama,” tuturnya.

Dia pun berharap semakin banyak santri yang terjun ke dunia politik. “Buat perpolitikan Indonesia makin baik, makin santun, makin beradab dan santri harus menjadi teladan (model) bagi yang lainnya,” ucapnya.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads