alexametrics

Tangis Khofifah Pecah Saat Mengikuti Pemakaman Adik Gus Dur

9 Maret 2018, 20:29:55 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengikuti prosesi pemakaman almarhumah Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim di kompleks Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Jombang, Jumat (9/3).

Alamrhumah Nyai Hj Aisyah merupakan adik kandung Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000. Ia wafat di usia 78 tahun setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (8/3) sekitar pukul 12.50 WIB.

Khofifah nampak tidak bisa membendung air matanya kala prosesi pemakaman berlangsung. Di mata Khofifah, sosok almarhumah Nyai Hj. Aisyah adalah sosok panutan di Muslimat NU, beliau adalah sosok yang sangat disiplin.

Khofifah Indar Parawansa
Khofifah duduk bersimpuh dan memanjatkan doa di samping pusara almarhumah (Istimewa)

“Selama ini, saya ketua umum tapi ketua dewan pembina yayasan yang ngurusi panti asuhan Muslimat NU, Poliklinik, TK, koperasi, KBIH, ketuanya beliau. Jadi, layanan keumatan, dewan pembinanya beliau, saya hanya sebagai pengendali organisasi,” kata Khofifah dengan mata berkaca-kaca seusai pemakaman.

Mentan Menteri Sosial itu mengungkapkan, satu bulan yang lalu, alamarhumah Nyai Hj. Aisyah meminta posisi dewan pembina digantikan oleh dirinya. Namun, waktu itu, Khofifah menilai belum waktunya. Tidak berhenti disitu, almarhum juga menyampaikan keinginan tersebut dalam forum rapat yayasan. Sehingga 5 yayasan tersebut sudah ada di bawah tanggung jawab Khofifah.

“Yang langsung diurus ke notaris baru rabu malam kemarin. Saya dapat kabar dari kiai Solahudiin Wahid (Gus Sholah). Lalu, saya ke rumah sakit. Malamnya, saya diberikan beliau sudah paraf, yayasan semua sudah saya paraf. Mudah mudahan khusnul khotimah,” ungkap Khofifah.

Perempuan yang juga calon Gubernur Jawa Timur itu menceritakan, sosok almarhumah adalah sosok yang berjasa bagi Khofifah. Sebab, almarhum orang yang memeberikan tuntunan sejak Khofifah menjadi ketua umum Muslimat NU.

“Saat beliau selesai satu periode, Gusdur minta saya ikut pencalonan, saya yang melanjutkan. Itu bukan mudah, kalau bukan dorongan dari Gusdur yang sangat kuat saya gak akan maju. Tapi dalam Muslimat, saya di jajaran pimpinan ketua, beliau menuntun luar biasa, beliau beri support,” kenang Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah sempat duduk bersimpuh di samping pusara almarhumah. Khofifah nampak khusyuk memanjatkan doa. Ia juga menaburkan bunga ke pusara almarhumah.

Editor : Indra Sanjaya

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tangis Khofifah Pecah Saat Mengikuti Pemakaman Adik Gus Dur