JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Bantah Ada Perpecahan, Sekjen PBB: Insya Allah Semua Cinta Ketum

08 November 2018, 17:52:12 WIB | Editor: Estu Suryowati
Bantah Ada Perpecahan, Sekjen PBB: Insya Allah Semua Cinta Ketum
Yusril Ihza Mahendra bergabung dalam tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf mendapatkan perlawanan dari calon legislatif (caleg) dan kader akar rumput. Bahkan, caleg sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan siap melengserkan Yusril.

Menanggapi hal itu, Sekjen PBB Afriansyah Noor mengaku lontaran keras Novel hanya luapan kekecawaan atas keputusan Yusril. Sebaliknya, dirinya juga membantah aliran penolakan itu menunjukkan partai berbasis massa Islam itu tengah terbelah.

"PBB tidak terbelah, biasa-biasa aja. Novel itu emosi tapi setelah dijelaskan mau terima. Karena PBB belum bersikap, itu (menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf) sikap pribadi Yusril," kata Afriansyah kepada JawaPos.com, Kamis (8/11).

Keputusan resmi partai, kata dia, baru akan ditentukan dalam Rakornas awal Desember 2018 mendatang. Atas dasar itu, ia pun yakin seluruh pihak masih menghormati sang ketua umum PBB.

"Novel itu kader baru. Dia hanya caleg, belum jadi pengurus PBB. (Jadi) Insya Allah semua cinta ketum," pungkasnya.

Sebelumnya, Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengaku kecewa dengan keputusan Yusril Ihza Mahendra. Sebab, banyak para PA 212 ‎bergabung ke PBB untuk melakukan pergantian kepemimpinan Jokowi.

"Tentunya kami para caleg yang mayoritas adalah yang mengikuti Ijtimak Ulama kedua dan ikut #2019GantiPresiden sangat kecewa, karena sudah jelas bahwa PBB deklarasi menukung PAS (Prabowo-Sandi) sesuai arahan ijtimak ulama II," ujar Novel kepada JawaPos.com, Kamis (8/11).

Novel menambahkan, apabila dalam Rakornas diputuskan PBB mendukung Jokowi, maka dirinya bersama dengan PA 212 dan dari Front Pembela Islam (FPI) akan keluar dari partai yang dimotori Yusril itu.

"Akan mengundurkan diri dari PBB saja. Pengunduran diri bukan sebagai caleg. Karena peraturan KPU tidak bisa mengundurkan diri, dan pengunduran diri dari PBB insya Allah akan kami umumkan secara terbuka," katanya.

Namun demikian, Novel juga ingin melengserkan Yusril Ihza Mahendra dari posisi ketua umum PBB. Pelengseran itu lewat mekanisme mahkamah partai atau musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

"Sikap kami ini tetap untuk melengserkan YIM (Yusril Ihza Mahendra), walaupun secara pribadi, lawyer sah-sah saja siapa pun yang dibelanya," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up