alexametrics
Pilpres 2019

TKN Sebut Sangat Terlihat Kubu Prabowo Ingin Mengulang Sentimen Gerakan 212

8 April 2019, 10:47:24 WIB

JawaPos.com – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai, kampanye akbar kubu 02 sangat menonjolkan penggunaan politik identitas untuk memobilisasi sentimen pendukung. Ace mengatakan, hal itu setelah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut kampanye Prabowo Subianto menunjukkan kesan eksklusif.

“Kerangka aksinya jelas ingin mengulang sentimen gerakan 212, mulai dari salat subuh berjamaah, orasi politik yang dibungkus tausyiah sampai dengan seruan membaca fatwa MUI,” ujar Ace dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (8/4).

Di sisi lain, kata Ace, orasi politik Prabowo Subianto tidak menawarkan ide, program, dan gagasan. Ace mengatakan, dari sini dapat dilihat memang kubu 02 miskin gagasan, dan hanya mengandalkan politik identitas.

Ace menambahkan, pengunaan politik identitas jelas berbahaya. Pasalnya, seperti yang disampaikan SBY, penggunaan politik identitas oleh kubu 02 akan menarik garis tebal kawan dan lawan yang akan memecah-belah bangsa ini.

“Padahal masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik,” katanya.

Lebih lanjut politikus Partai Golkar itu menuturkan, dugaan penggunaan politik identitas justru semakin kuat lantaran kubu 02 hanya menjadikan representasi agama-agama lain sebagai figuran, sebagai asesoris. Namun, Ace menilai, itu tidak betul-betul menunjukkan keragaman.

“Ini menunjukkan bahwa kampanye 02 sama sekali tidak dalam all for all atau semua untuk semua, seperti yang diingatkan oleh Pak SBY,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah ada kesan politisasi agama. Pasalnya ada tokoh-tokoh agama lain juga ikut serta kampanye, bahkan ikut membacakan doa.

“Tidak ada politik identitas. Bahwa acara Pak Prabowo kemarin itu ada pendeta, mereka baca doa. Jadi, Ace ini enggak tahu masalahnya malah komentar,” kata Andre.

Oleh sebab itu Andre meminta, Ace melihat tayangan Prabowo Subianto ‎saat kampanye akbar kemarin. Sehingga, pernyataaan Ace lebih berdasar.

“Ini jadi hoaks. Kalau enggak sempat nonton, ya nonton di YouTube dari awal sampai akhir. Berapa orang yang pendeta yang berorasi dan baca doa‎,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menulis surat untuk tiga pejabat teras partainya, yakni Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan.

Dalam surat itu, SBY terang-terangan tidak setuju dengan konsep kampanye akbar Prabowo Subianto yang digelar di Gelora Bung Karno. Pasalnya, menurutnya kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.

SBY pun meminta kepada Amir Syamsudin, Syarief Hasan, dan Hinca Pandjaitan agar memberikan saran kepada Prabowo agar kampanye tetap mengusung inklusivitas, kebhinnekaan, kemajemukan, dan persatuan, serta kesatuan Indonesia untuk semua.

“Cegah demonstrasi apalagi show of force identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem,” kata SBY.

SBY mengatakan siapa pun presiden terpilih nantinya akan menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Indonesia. Maka dari itu, SBY mengingatkan, kampanye nasional pun harus dikemas dengan mengusung prinsip ‘semua untuk semua’.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads