alexametrics
Pilpres 2019

Membayangkan Pilpres di Jawa Usai Kejutan-kejutan Pilkada Serentak

7 Juli 2018, 16:30:24 WIB

JawaPos.com – Kondisi politik dan peta koalisi di Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 amat jauh berbeda. Oleh karena itu, Direktur Riset Populi Center Ace Ahyar yakin, hasil perolehan suara Pilpres 2019 khususnya di Jawa kemungkinan besar akan berbeda dari Pilkada Serentak 2018.

Atau dengan kata lain, perolehan suara di Pilkada Serentak 2018 ini belum tentu mencerminkan hasil Pilpres 2019. “Misalnya Gerindra dan PDIP itu kan kalau di Pilkada Serentak banyak bertemu dan berteman berkoalisi. Tapi, kalau di Pilpres bisa jadi iya, bisa jadi tidak,” kata Ace kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).

Ace mencontohkan, pasangan Sudrajat-Syaikhu yang banyak disebut memberikan kejutan di Pilgub Jabar. Namun, apakah capres-cawapres yang diusung oleh partai pendukung Sudrajat-Syaikhu juga akan memenangkan suara di Jabar? Ace menuturkan, kalkulasinya tidak sesederhana itu.

Apalagi jika partai pengusung Sudrajat-Syaikhu memilih pecah kongsi di Pilpres 2019. “Gerindra dan PKS itu kan belum tentu juga masing-masing mengusung (atau bergabung). Dan masing-masing punya kunci juga. Ya, artinya tidak bisa disimplifikasi begitulah,” tuturnya.

Namun demikian, menurut Ace, satu kunci yang pasti di tanah Jawa adalah ketokohan. Baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun di Jawa Timur. Tetapi, tentu saja tokoh yang dimunculkan haruslah memiliki elektabilitas kuat.

“Kayak jualan saja. Apapun yang dijual itu yang ada di tokoh. Sekuat apapun tim marketingnya, tapi kalau tokohnya tidak bisa dijual dan tidak bisa di-branding, ya saya kira juga akan sulit juga. Maka modal elektabilitas itu diperhitungkan juga,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (aim/JPC)



Close Ads
Membayangkan Pilpres di Jawa Usai Kejutan-kejutan Pilkada Serentak