alexametrics

2 Hari Keliling Cilacap, Ganjar Sebar Pesan Kerukunan dan Kreatifitas

7 Juni 2018, 16:45:55 WIB

JawaPos.com – Selama dua hari, Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo berkeliling di Kota Cilacap. Di Kota Seribu PLTU tersebut, ia menyambangi beberapa komunitas serta lembaga pendidikan keagamaan untuk kepentingan silaturahmi.

Satu diantaranya yang menarik perhatian Ganjar selama bekeliling Kota Minapolita, yakni Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung. Komunitas penghayat kepercayaan ini memiliki rumah bersama di Jalan Pepaya RT 1 RW 4, Tambakreja, Cilacap Selatan. 

Setibanya di Pasemunan, Pria kelahiran Karanganyar itu langsung disambut sekitar 50 orang penghayat. Di mana kemudian, dialog hangat berlangsung dan tanpa pengeras suara.

Ganjar mengapresiasi masyarakat Daunlumbung yang konsisten menjaga ajaran dan budaya leluhur. Selain laku urip yang menjadi pegangan, kerukunan dan saling tolong menolong adalah bagian dari budaya mereka yang harus terus disemai.

“Kerukunan itu pangkal kemajuan, kalau tidak rukun, berkelahi terus ya tidak bisa maju,” kata Ganjar sebagaimana dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Rabu (6/6).

Maka, bagi Ganjar, taka ada satu persoalan pun yang bisa jadi alasan untuk tidak rukun. Termasuk dalam halnya pemilihan kepala daerah. “Jangan sampai pilkada sudah selesai tapi nesune (marahnya) masih, jangan, ini cuma pilkada, lebih penting dulure tanggane,” kata Ganjar. 

Selain mengunjungi para penghayat, Ganjar juga mampir ke PT Wahana Kasih Mulia. Pabrik di Kedungreja ini mengajar Ibu-ibu rumah tangga keterampilan menjahit dan membuat barang kebutuhan bayi. Dari matras, gendongan, bantal, selimut, boneka, hingga baju bayi yang pasarnya kini telah merambah seluruh Indonesia.

Ganjar lantas berbincang dengan para manajemen dan karyawan pabrik. Pria yang juga mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jateng itu menegaskan, kreatifitas menjadi penting. Utamanya dalam mencipta sebuah produk.

“Ada kesan kreatif di sini, orang yang kreatif itu pasti adaptif. Jadi karyawan tidak cukup hanya kerja keras. Harus kreatif dan inovatif. Dari karyawan bisa jadi pengusaha, mumpung diberi kesempatan sama Pak Yaqub (pemilik pabrik) untuk jadi sub menyuplai bahan,” katanya. 

Soal kreatifitas juga dibahas Ganjar saat berada di Pondok Pesantren Rubat Mbalong El Firdaus di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja. Di pondok ini, para santrinya dilibatkan dalam berbagai unit usaha. Mulai dari pertanian hingga produksi sandal unik dengan merek ‘Kentir’

Ganjar pun mengklaim menjadi salah satu konsumen produk Kentir. Dirinya berujar sudah punya dua pasang yang dibeli ketika berkunjung tahun lalu. Oleh karenanya, Ia mengaku senang dengan ponpes inovatif yang diasuh KH Muhammad Ahmad Hasan Mas’ud ini. 

“Dengan model pendidikan seperti di sini, besok lulus santri datang ke saya bukan hanya bawa proposal minta duit, tapi proposal bawa ide. Syukur sudah mencoba jadi pondasi bisnis sudah ada tinggal dikembangkan. Saya bisa bantu dari sisi permodalan,” tandasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

2 Hari Keliling Cilacap, Ganjar Sebar Pesan Kerukunan dan Kreatifitas