alexametrics

Soal Provinsi Tapanuli, Sihar Sebut Akar Masalahnya Ketimpangan

7 Mei 2018, 21:04:38 WIB

JawaPos.com – Dalam debat kandidat perdana Pilgub Sumut sempat mencuat pertanyaan soal wacana pemekaran provinsi Tapanuli yang pernah merebak dulu di Sumatera Utara. Pertanyaan itu ditujukan kepada Calon Wakil Gubernur Sihar Sitorus.

Dalam debat yang digelar pada Sabtu (5/5) malam, Sihar menjawab begitu singkat karena keterbatasan waktu yang diberikan. Sihar pun kembali memaparkan jawaban soal wacana tersebut. Dia mengatakan tidak setuju jika harus ada pemekaran Provinsi Tapanuli.

Menurut Sihar Tapanuli tidak perlu menjadi provinsi sendiri. Yang harus dilakukan sebenarnya adalah pemerataan pembangunan. Pemerataan pembangunan juga menjadi prioritas dari Djarot-Sihar.

“Sekarang ini kondisinya moratorium. Kedua kita tahu bahwa pernah terjadi proses masuknya aspirasinya masyarakat Tapanuli untuk pemekaran Provinsi Tapanuli. Ketiga, bahwa aspirasi ini sudah ada undang-undang mengatur, khususnya undang-undang tentang otonomi daerah,” papar Sihar, Senin (7/5).

Dia mengatakan, meski tidak setuju bisa saja itu terjadi. Itu pun kalau sudah memenuhi syarat. “Jawaban saya tidak setuju, tapi bukan kehendak saya yang terjadi. Saya boleh tidak setuju tapi ada proses-proses yang mengatur antara lain undang-undang, kemudian ada masukan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia permintaan pemekaran itu lantaran ada ketimpangan pemerataan pembangunan. Akibtanya, banyak masyarakat yang kecewa dan tidak puas.

“Akar masalahnya kenapa Tapanuli mau mekar karena warga disana mengalami susah cari kerja, di tempat kami jalanan tidak bagus, di tempat kami susah berusaha, naik jabatan kok susah, dan banyak yang lainnya. Kurang lebih begitulah psikologis yang terjadi. Kita lihat akar permasalahannya, kalau permasalahannya adalah ketimpangan maka kita akan memperbaiki, kita akan memperkecil, menstabilkan,” sebut Sihar.

Dalam masa moratorium, sudah banyak yang dilakukan untuk mengembangkan kawasan Tapanuli. Itu dilakukan untuk pemerataan. Mulai dari Bandara Silangit, BPODT, hingga pencanangan Danau Toba sebagai monako di Asia.

Dia pun sedikit menyentil visi dan misi rivalnya, pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah soal peningkatan keamanan di wilayah Timur dan Barat. “Berarti selama ini kurang aman. Kalau memberikan hal yang sama di Barat dan di Timur. Tentu ini akan mengakibatkan ketimpangan. Misalnya ketika ketimpangannya sepuluh persen. Maka kalau diberikan hal yang sama tetap sepuluh persen ketimpangannya. Kalau kami nantinya akan menurunkan ketimpangan ini secara perlahan- lahan, mungkin empat persen dahulu, kemudian sepuluh persen berikutnya hingga nanti pembangunan merata di Barat, Timur dan Tengah,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Soal Provinsi Tapanuli, Sihar Sebut Akar Masalahnya Ketimpangan