alexametrics

Debat Kandidat, DJOSS dan ERAMAS Dinilai Masih Normatif

7 Mei 2018, 17:22:35 WIB

JawaPos.com – Salah satu panelis debat kandidat perdana Pemilihan Gubernur Sumatera Utara R Hamdani Harahap mengkritisi pernyataan-pernyataan yang dilontarkan dalam debat yang diadakan pada Sabtu (5/5) malam. Menurut guru besar USU tersebut, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) masih normatif dalam menanggapi pertanyaan debat.

Untuk Edy-Ijeck dianggapnya terlalu percaya diri dengan memposisikan diri sebagai putra daerah Sumatera Utara. Edy-Ijeck juga memposisikan diri menguasai semua persoalan di Sumut. “Itu menarik, karena dia sangat pede disitu. Dan penjelasannya sangat luas dan tegas,” kata Hamdani, Senin (7/5).

Pun begitu, pasangan DJOSS juga menarik dengan membawa prinsip transparansi dan upaya pemberantasan korupsi. Namun, menurut Hamdani kedua paslon belum konkrit memaparkan konsep soal pembangunan Sumut.

Lebih jauh lagi, dalam debat perdana masing-masing paslon belum berani menohok satu sama lain. Keduanya masih menjaga pernyataaan-pernyataan yang dilontarkan. Misalnya saat memaparkan soal konflik agraria, belum ada solusi konkrit yang dipaparkan.

“Jadi belum sampai suasana debat yang kita inginkan. Mungkin karena perdana ini yah,” ungkapnya.

Namun, kata Hamdani, banyak sindiran-sindiran yang keluar dalam debat. Bukan malah memberikan solusi konkrit. “Paslon satu jawabannya untuk mengatasi korupsi adalah dengan agama, kita harus beriman. Pasangan nomor dua menjawab, sistem kita atur. Pemerintahan yang lebih baik, good governance, dan lainnya gitu. Keduanya bagus, tapi mereka gak mau menyerang satu sama lain. Itu bagus juga, untuk menjaga kondusifitas Sumut,” terangnya.

Dia berharap dalam debat selanjutnya, kedua Paslon harus memaparkan secara detil konsep membangun Sumut.

“Harapannya mereka lebih konkrit lagi di debat kedua dan ketiga nanti. Langkah langkah yang programnya konktit. Kira-kira gini, anak anak SMP dan SMA bisa memahami apa yang disampaikan mereka, jadi gak normatif,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Debat Kandidat, DJOSS dan ERAMAS Dinilai Masih Normatif