alexametrics

Sihar: Dodol Tanjungpura Harus Jadi Primadona Sumut

7 April 2018, 03:00:06 WIB

JawaPos.com – Calon Wakil Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus membuat kaget pedagang dodol di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di kawasan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Kamis (5/4). Di sela masa kampanye, Sihar menyempatkan diri bersua dengan para pedagang jajanan khas Langkat itu.

Iring-iringan mobil rombongan berhenti tepat di Toko Ryan yang memproduksi dan menjual dodol di Jalan Lintas Sumatera Tanjung Pura – PKL Brandan, Kabupaten Langkat.

Sihar pun bergegas ke depan etalase toko dan melihat dodol yang siap dijual dalam bungkusan plastik. Terdapat berbagai varian rasa yakni, original; durian; pandan; wijen dan lainnya telah tersaji serta siap untuk dinikmati. Sosok enterpreneur sukses itu membeli tiap varian masing-masing dua bungkus.

Sihar: Dodol Tanjungpura Harus Jadi Primadona Sumut
Sihar saat Singgah di penjual dodol Tanjungpura. (ist/Dok.DJOSS)

“Saya pesan semua varian, masing-masing dua bungkus. Enak dodolnya, rasanya terasa pas,” tutur Sihar dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (6/4).

Pria berkacamata itu mengatakan bahwa, penganan khas Tanjungpura itu menjadi primadona bagi Kabupaten Langkat sebagai oleh-oleh. Barisan toko yang menjajakan dodol di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) memudahkan bagi konsumen untuk membelinya. Di Langkat, para pengrajin dodol ini tersebar di tiga desa. Yakni, Desa Perupuk, Desa Pematang Tengah dan Desa Serapuh Asli.

“Yang dari arah Medan mau ke Aceh atau sebaliknya pasti banyak yang singgah dan membeli dodol. Sangat banyak di sini jual dodol, panjang berbaris tokonya. Ayo singgah, beli yang banyak ya, untuk oleh-oleh keluarga,” celetuk Sihar kepada pembeli lainnya.

Dan ternyata Sihar menguasai cara membuat panganan yang berasa legit ini. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa proses pembuatan dodol yang terbuat dari tepung pulut ini membutuhkan tenaga dan waktu.
Dimana tepung dicampur dengan santan kental dan gula aren yang dimasak selama kurang lebih 5 jam, hingga menghasilkan penganan yang pulen berwarna coklat kehitaman ini.

“Proses pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga. Jadi, memang kita warga Sumut umumnya dan warga Langkat khususnya harus menjadi pionir memajukan UKM seperti ini. Caranya dengan membeli dan menyebarkan produk-produk UKM ini, agar lebih dikenal lagi,” jelas Sihar.

“Ini harus diteruskan, dijaga dan dilestarikan dan juga kita mempunyai tanggungjawab untuk menurunkannya kepada anak cucu kita,” pungkas Sihar, yang tiba-tiba tersadar sudah menghabiskan dua bungkus dodol.

Pemilik dan pengrajin dodol yang bernama Ryan mengaku, sudah menggeluti usaha tersebut sejak 15 tahun lalu. Usaha tersebut lah yang didominasi masyarakat sekitar sebagai penyangga perekonomian warga. Dirinya juga melibatkan warga sekitar sebagai pekerja dalam usaha pembuatan dodol.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Sihar: Dodol Tanjungpura Harus Jadi Primadona Sumut