alexametrics

Jenazah Warga Nias Tertahan di Jepang, Sihar Langsung Telepon Yasonna

Terkendala Visa dan Dana
7 April 2018, 18:06:24 WIB

JawaPos.com – Posko Pemenangan Djarot-Sihar di Jalan Dr Cipto, Medan mendadak ramai, Sabtu (7/4). Usut punya usut, sejumlah warga Nias mendatangi posko pemenangan paslon Pilgub Sumut nomor urut 2 tersebut.

Mereka mengadukan nasib keluarganya, Aksioma Waruwu yang meninggal di Jepang. Pihak keluarga kebingunan lantaran Aksioma, warga Desa Sirombu, Nias Barat yang meninggal karena sakit tersebut jenasahnya masih tertahan lantaran persoalan administrasi.

Sejauh ini, pihak keluarga pun belum mengetahui penyebab pasti kematiannya. “Kami cuma dapat info dia itu sakit batuk, lalu tiba-tiba koma dan meninggal,” kata Mercy Zagoto, salah seorang kerabat yang datang ke Posko.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan JawaPos.com, Aksioma bekerja di sebuah perusahaan pembuat baut sejak 2016. Dia dikabarkan meninggal pada 4 April setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit.

Jenazahnya hingga kini masih tertahan di Jepang. Jenazah belum dipulangkan karena terbentur masalah administrasi. Karena, Aksioma berangkat menggunakan visa wisata.

Selain urusan administrasi, jenazah belum bisa dipulangkan karena kekurangan dana. Para warga Indonesia yang berada di Jepang juga sudah membuat penggalangan dana. Namun tetap kurang.

Menanggapi hal itu, Sihar langsung bertindak cepat. Dia langsung menghubungi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly. Dia menceritakan kondisi tersebut. Bak pantun, Menkumham pun langsung merespon dengan baik. Melalui sambungan telepon, Kemenkumham, akan berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi untuk mencari solusinya.

“Mudah-mudahan jenazah dapat dipulangkan. Tadi sama sama kita dengar, Pak Menteri juga akan berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk menyelesaikan masalah itu,” kata Sihar.

Dia berharap pemerintah bisa cepat tanggap untuk merespon masalah TKI dan Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri. Setidaknya ada kebijakan yang diambil ketika menghadapi masalah TKI khususnya saat kemalangan.

“Perwakilan pemerintah kita di luar negeri punya kewajiban umtuk hadir bagi WNI yang ada di luar negeri.  Bentuk kehadirannya bisa mempercepat proses, pemulangan administrasi. Hal yang bersifat kemalangan, bisa mempercepat dan berkoordinasi ke berbagai pihak,” pungkasnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Jenazah Warga Nias Tertahan di Jepang, Sihar Langsung Telepon Yasonna