alexametrics

DJOSS Lirik Pengembangan Teripang Sebagai Potensi Ekonomi di Tapteng

7 Maret 2018, 16:38:58 WIB

JawaPos.com – Dalam kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu  (7/3), ada hal yang menarik perhatian pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus.

Hal tersebut yakni, terkait kawasan laut Tapanuli Tengah yang punya potensi pengembangan teripang sebagai pendongkrak ekonomi kerakyatan. Hal tersebut masuk dalam rencana pengembangan Sumut ke depan bagi pasangan DJOSS.

Saat mengunjungi salah satu penangkaran teripang warga di Desa Pargadungan, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Selasa (6/3), Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus mengatakan bahwa, perlunya pengembangan ekonomi teripang. Karena hewan laut itu bernilai jual tinggi. Belum lagi, teripang memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehatan.

“Ini harus kita lirik sebagai peluang, di Tapteng sudah ada yang memulai dan harus kita dukung. Karena potensi laut Tapteng sangat bagus untuk pengembangan berbagai sektor kelautan. Termasuk budidaya habitat khusus,” kata Sihar dalam keterangan tertulis yang diterima pada, Rabu (7/3).

Pasangan Djarot Saiful Hidayat itu pada Pilgub Sumut 2018 juga menjelaskan, bahwa pemerintah kedepan harus lebih kreatif melirik hal tersebut. Karena, dengan cara pengembangan kawasan Sumut yang kaya akan sumber daya alam, bisa menjadi pendongkrak kesejahteraan.

“Untuk Sibolga Tapteng sendiri banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Karena kekuatan lautnya yang mampu menjadi penyuplai ikan,” jelasnya.

Sihar juga mengungkapkan, pengembangan laut di kawasan pantai barat ke depan akan dilakukan dengan sistematis. Potensi laut tersebut sangat besar dan berpeluang menjadi sumber peningkatan kesejahteraan warga.

Selama berada di sana, Sihar juga mendengarkan keluhan keluarga nelayan. Warga mengeluhkan turunnya pendapatan mereka secara drastis akibat larangan penggunaan pukat. Untuk itu, Sihar pun sudah menyiapkan formula untuk pengembangan sektor kelautan.

“Kita berharap agar dibantu Pak, karena kita sulit menyekolahkan anak dan memenuhi perekonomian. Sementara karena larangan pukat ini, kita tidak tahu lagi bagaimana memenuhi kebutuhan hidup. Ikan yang kita dapat sedikit. Dampaknya juga sangat luas,” ujar Nurmadia Pasaribu,55 yang merupakan warga Sibolga.

“Kita datang ke sini kan untuk mendengarkan keluhan mereka. Nantinya akan kita siapkan formula untuk pengembangan sektor kelautan ini dengan baik. Baik dari aspek keberlangsungan alam dan keberlanjutan kehidupan warga,” pungkas Sihar.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
DJOSS Lirik Pengembangan Teripang Sebagai Potensi Ekonomi di Tapteng