alexametrics

Hari Lahir Soekarno, Djarot: Sumut Punya Sejarah Tersendiri

6 Juni 2018, 16:30:10 WIB

JawaPos.com – Sumatera Utara (Sumut) punya ikatan yang kuat dengan Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Sang proklamator, membentuk provinsi berbilang kaum itu pada 15 April 1948, yang sebelumnya masih tergabung bersama Sumatera tengah dan selatan. 

“Pembentukan Provinsi Sumut yang hanya 3 tahun pascakemerdekaan membuktikan Bung Karno memberi perhatian khusus bagi pembangunan di Sumut,” ungkap Calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat, Rabu (6/6). 

Oleh karenanya, kata Djarot, mimpi Bung Karno agar Sumut maju harus terus diwujudkan oleh semua anak bangsa. “Mimpi Bung Karno itu juga yang membuat hati saya tergerak untuk ikut memberi sumbangsih untuk Sumut,” kata mantan Wali Kota Blitar dua periode itu. 

Sumut, juga pernah menjadi tempat pembuangan sang presiden pertama saat masa revolusi kemerdekaan. Sejarah mencatat, Bung Karno pernah dibuang Belanda ke Berastagi, Kabupaten Karo, pada Desember 1948 atau masih pada tahun yang sama terbentuknya Provinsi Sumut.

“Bayangkan saja, baru dibentuk April, Provinsi Sumut langsung jadi tempat pembuangan Bung Karno delapan bulan selanjutnya. Jadi bisa dibayangkan, bagaimana kuatnya ikatan emosional Bung Karno dengan Sumut,” katanya. 

Setelah di Berastagi, kenang Djarot, pengasingan Bung Karno lanjut ke Parapat, Kabupaten Simalungun, pada awal 1949. Rumah bergaya arsitektur Eropa di tepi Danau Toba menjadi saksi Bung Besar di saat-saat sepinya.

“Dari yang saya baca, Bung Karno sering menghabiskan waktu untuk sekadar memandang ke Danau Toba. Jadi sangat mungkin buku-buku hebat Bung Karno juga hasil permenungan beliau di Danau Toba,” ujar Djarot.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Hari Lahir Soekarno, Djarot: Sumut Punya Sejarah Tersendiri