alexametrics

Jawaban DJOSS Soal Pertanyaan Konflik Agraria

6 Mei 2018, 02:25:42 WIB

JawaPos.com – Selain soal korupsi, konflik agraria juga menjadi bahasan dalam Debat Kandidat Pilgub Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (5/5) malam. Pasangan Calon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus diminta memberikan jawaban soal kasus konflik agraria yang marak terjadi di Sumut.

Pertanyaan itu dijawab oleh Sihar Sitorus, ia mengatakan bahwa, masyarakat harus benar-benar berdaulat. Rakyat punya kebebasan untuk mengambil keputusan sepahit apapun keputusan itu.

“Konflik agraria marak di Sumut. Seringkali penyebabnya, adalah ketidaktahuan masyarakat. Jadi untuk menyelesaikan permasalahan agraria, kita perlu mengedukasi masyarakat tentang hak mereka, jalur hukum mana yang harus ditempuh,” ujar Sihar.

“Sebagai pemerintah, kita harus mengajak mereka aktif. Agar mereka bisa saling bergotong royong. Itulah berdaulat itu, bebas mengambil suatu keputusan,” lanjut Sihar.

Pertanyaan pun kembali dilontarkan oleh Ijeck kepada Djarot dan Sihar. “Tapi Pak Sihar, ini sudah berlarut larut dan memakan korban. Dan ini khususnya tanah-tanah yang dekat perkotaan. Bagaimana yang bapak maksud berdaulat itu, dengan situasi di Sumut dengan konflik tanah yang banyak memakan korban,” ujarnya.

Pertanyaan itu disambar Djarot. Dia mengungkapkan, konflik agraria terjadi karena masih banyaknya mafia tanah. Sehingga rakyat tidak bisa berdaulat karena dikooptasi dan ditekan oleh mafia tanah.

“Masyarakat yang jadi tergusur, padahal mereka menginginkan lahan yang tidak terlalu luas. Inilah yang harus diberantas, kalau kita ingin memilih membangun Sumut yang berdaulat, mandiri dan bergotong royong,” jawab Djarot.

“Kita harus hadapi mafia tanah ini. Negara harus hadir untuk memberikan kesempatan hukum yang seimbang dengan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan tanah itu,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jawaban DJOSS Soal Pertanyaan Konflik Agraria