alexametrics

Selama 6 Bulan, Elektabilitas Khofifah – Emil Meroket 13,5 Persen

6 April 2018, 11:09:12 WIB

JawaPos.com – Lembaga survei Indo Barometer merilis data terbaru terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Dalam rilis, Indo Barometer menyebutkan ada peningkatan elektabilitas untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Data elektabilitas calon gubernur ini diakumulasi dari September-Februari 2018. Dalam survei yang mengambil sampel 800 responden dan MoE (Margin of Eror) sebesar 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen ini, Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengalami tren kenaikan elektabilitas 13,5 %. Sebaliknya petahana Saifullah Yusuf (Ipul) per September-Februari anjlok sebanyak 12,6 %.

Dari hasil itu, Pakar Politik Universitas Brawijaya (Unbraw), Ahmad Hasan Ubaid menilai Khofifah sudah memiliki tabungan suara alias dukungan massa akar rumput meskipun waktu awal tahun belum menyatakan maju di Pilgub Jawa Timur

Selama 6 Bulan, Elektabilitas Khofifah – Emil Meroket 13,5 Persen
Pasangan calon no urut 1, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak (dite surendra/jawapos koran)

“Isu yang berkembang saat itu bakal mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur sampai ada statement resmi pada awal tahun itu. Istilahnya political click. Bu Khofifah ini tinggal monitoring saja tinggal grassrootnya sudah kuat. Siapa? Muslimat NU,” jelas Hasan Jum’at, (6/4).

Kemudian, dukungan semakin besar ketika masyarakat tahu Khofifah maju sebagai Gubernur Jawa Timur. Hal itu disebut menjadi penanda bergeraknya mesin dukungan untuk Khofifah.

“Ketika masyarakat tahu bu Khofifah dipastikan maju kemudian dari situlah booster pemilih untuk bu Khofifah meningkat. Jaringannya kan menguat,” tuturnya.

Sebaliknya, rival Khofifah, Cagub nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengalami penurunan. Anjloknya elektabilitas Gus Ipul per September 2017- Februari 2018 sebanyak 12,6 % disebut karena disibukan dengan agenda seremonial partai. Kemudian, persepsi masyarakat terhadap Ipul dinilai sudah berubah.

“Dari prespektif marketing, saat itu Gus Ipul tidak melakukan gerakan ke bawah karena disibukan rekomendasi partai politik. Itu semestinya tidak boleh terjadi. Kalau bisa dibilang bahwa ketika terus tergerus artinya kemungkinan persepsi tingkat kepercayaan masyarakat kepada bisa berkurang,” pungkasnya.

Kemudian, turunnya elektabilitas Gus Ipul secara siginifikan disebut menyulitkan tim untuk membalikan kembali. Mengingat, kepercayaan masyarakat terhadap petahana semakin menurun.

“Anjloknya trend elektabilitas GI menjadi warning keras bagi tim pemenangannya untuk berfikir keras mengembalikan trend elektabilitasnya,” ungkapnya.

Hal ini juga menjadi angin segar bagi pasangan khofifah-Emil sehingga memuluskan jalan untuk menjadi Gubernur-Wakil Jawa Timur 2019-2024.

“Jika tim Khofifah-Emil mampu menjaga dan mengoptimasi gerakan mesinnya melalui darat maupun udara, maka peluang Khofifah untuk menjadi Gubernur di 2019 bisa terwujud,” pungkasnya.

Perlu diperhatikan bahwa survei elektabilitas Indobarometer ini dilakukan medio 24 Januari – 4 Februari 2018.

Sementara berdasarkan survei yang paling terbaru yang dilakukan poltracking pada 6-11 Maret 2018, pasangan Khofifah Emil unggul mencapai 42,4 persen. Sedangkan Saifullah (Ipul)-Puti berada pada angka 35,8 persen.

Baik berdasarkan data survei Indobarometer ataupun Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tren pasangan Khofifah-Emil terus naik dan Ipul-Puti terus anjlok.
3 Attachments

Editor : Soejatmiko

Reporter : (arm/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Selama 6 Bulan, Elektabilitas Khofifah - Emil Meroket 13,5 Persen