alexametrics

Edy: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumut yang Harus Dijaga

6 April 2018, 17:54:20 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub ) Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dalam kunjungannya ke Nias menegaskan, keberadaan Desa Budaya (desa adat) menjadi salah satu potensi bagi Sumut. Potensi tersebut pun harus digalakkan untuk menjadi nilai pariwisata yang bisa mengundang wisatawan.

“Kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara di Nias Selatan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya. Ke depan, desa-desa budaya harus semakin bertambah di Sumut. Karena kita punya itu semua,” kata Edy, Jumat (6/4).

Di Sumut, ada beberapa desa budaya seperti Desa Dokan, Desa Jangga dan Desa Lingga. Kemudian ada juga Desa Adat Ragi Hotang di Tobasa, Desa Adat Hutagaol Sihujur di Tobasa dan Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Simalungun.

Edy: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumut yang Harus Dijaga
Tarian adat Nias menyambut kehadiran Cagub Sumut Edy Rahmayadi. (ist/Dok. ERAMAS)

Edy mengatakan, perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Karena pembangunan kepariwisataan tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Di Desa Bawomataluo, Nias misalnya, ada Orahu (musyawarah desa) sebagai kearifan lokalnya. Pemerintah harus aktif dalam musyawarah seperti ini. Agar aspirasi masyarakat diterima dengan baik,” bebernya.
Konservasi rumah adat, pelestarian kesenian adat dengan memberikan perhatian yang cukup. Baik melalui penyediaan anggaran merupakan keharusan.

“Saya optimis, Sumut bermartabat akan terwujud dengan menghargai sejarah. Dan melestarikan kebudayaan serta kearifan lokal kita serta membawanya mengenalkannya ke mata dunia,” pungkas Edy.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi sudah mengunjungi Desa Budaya Bawomataluo, Nias Selatan (Nisel). Edy menaiki 87 anak tangga didampingi istrinya Nawal Lubis menuju lokasi. Begitu sampai di perkarangan Desa Bawomataluo Edy dan isteri disambut tokoh adat dan ratusan pria serta wanita berpakaian adat Nias. Yang pria dilengkapi dengan peralatan perang berupa parang, tombak dan tameng.

Masyarakat Desa Budaya terlihat antusias menyambut kedatangan mantan Pangkostrad dan rombongan walau diguyur hujan. Dalam penyambutan, Edy Rahmayadi disematkan pakaian adat Nias sebagai wujud penghormatan masyarakat Desa Bawomataluo atas kedatangan tamu ke desa mereka.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Desa Budaya Bawomataluo pun mengharapkan saat terpilih nanti Edy Rahmayadi dapat membawa perubahan untuk Nias Selatan. Khususnya dalam hal pembangunan sarana infrastruktur dan juga pengembangan dunia kepariwisataan termasuk seni dan budaya.

Dikatakan Mowa Araw bahwa total Penduduk di Desa Bawomataluo 1.272 Kepala Keluarga (KK) dengan total pendusuk 6.232 jiwa. Untuk di kawasan Desa Budaya terdapat 2.300 jiwa.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Edy: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumut yang Harus Dijaga