alexametrics

Balas Kritikan, Denny JA: Fahri Hamzah Jangan Membaca Sepotong Berita

6 Maret 2019, 19:27:27 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik hasil rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mengarah kepada adu domba. Hal itu karena mayoritas pemilih muslim pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan Indonesia seperti negara Timur Tengah.

“Pak Fahri Hamzah ini hanya membaca sepotong berita, jadi dia tidak menangkap desain riset secara keseluruhan,” ujar Denny JA saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (6/3).

Menurut Denny, ‎riset itu ingin mengetahui aneka variasi dalam pemilih muslim. Muslim ini pemilih yang paling banyak 85 persen. Sehingga dirinya ingin mengetahui nuansa-nuansa di dalamnya. Karena pemilih muslim memiliki respons elektoral berbeda-beda.

‎”Misalnya dimensi pemilih muslim di bagi berdasarkan ormas, kan ada NU, Muhammadiyah, FPI, HTI. Nah mereka yang cenderung di FPI, HTI dan 212 yang menang Prabowo. Tapi yang cenderung di NU, Muhammadiyah yang menang adalah Jokowi. Jadi ormas berbeda perilakunya,” katanya.

Selanjutnya ada mayoritas pemilih muslim yang suka dan ingin Pancasila sebagai ideologi Indonesia. Namun ada juga yan‎g menginginkan Indonesia menjadi negara khalifah seperti di Timur Tengah.

‎”Nah yang ingin Pancasila Jokowi yang menang, tapi yang ingin ke Timur Tengah adalah Prabowo, yan ingin demokrasi liberal Jokowi yang menang,” katanya.

“Nah ini yang Fahri Hamzah tidak paham. Karena menarik untuk mengetahui perilaku pemilih muslim,” tambahnya.

Denny menambahkan, dalam studi literatur seperti di Amerika Serikat, nuansa sentimen perbedaan lewat agama itu biasa kembangkan. Bahkan frekuensi masyarakat ke gerejanya saja sampai dihitung.

“Ternyata yang sering ke gereja memilih Donald Trump, sedangkan yang jarang ke gereja memilih Hillary Clinton. Itu bukan bagian kita mengadu domba, itu bagian dari mengetahui pemilih dan itu risetnya banyak sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hasil rilis terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut jika mayoritas muslim pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan Indonesia seperti negara Timur Tengah. Kesimpulan itu berdasar hasil riset dari 1.200 responden.

Mengetahui adanya rilis survei tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah langsung mengungkapkan kritiknya. Ia menilai hasil survei LSI Denny JA mengarah kepada adu domba rakyat.

“Denny JA itu tim sukses, dia bukan ilmuwan. Menurut saya surveinya mulai berbahaya karena memasukan elemen-elemen adu domba antarwarga negara,” ujar Fahri di kompleks DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (6/3).

Fahri menuturkan, belakangan ini dia mulai meragukan kapasitas Denny JA sebagai penyedia jasa survei. Rasa kagum yang dulu pernah dirasakannya kepada Denny JA, saat ini mulai memudar.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu menilai aneh dengan temuan survei LSI Denny JA ini. Dia meragukan jika banyak responden yang menginginkan Indonesia seperti negara Timur Tengah.

Pasalnya negara di tanah Arab itu banyak terjadi konflik. Bahkan terancam bubar. Sangat tidak logis jika ada yang mau menjadi bagian negara hancur.

“Siapa yang mau jadi seperti Timur Tengah? Orang negara bubar, ini kan otaknya kayak enggak masuk gitu loh. Masa ada orang yang berpikiran, ‘wah enak nih tinggal di negara konflik’. Ini kan kaya enggak pakai otak. Denny cari makan jangan gitu-gitu amat lah,” tegas Fahri.

Diketahui, survei Denny JA menunjukkan, dari total responden 1.200, 54,1 persen yang merupakan pemilih Prabowo-Sandi menginginkan Indonesia harus seperti Timur Tengah. Angka itu turun dari survei sebelumnya, yang dilakukan pada Januari 2019 yaitu sebesar 67,6 persen.

Sedangkan, pemilih muslim Prabowo-Sandi yang menginginkan Indonesia harus khas dengan Pancasila hanya 33,4 persen. Angka tersebut turun dari 36,9 persen di survei Januari lalu. Sementara pada Desember 2018 sebesar 32,3 persen.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 18-25 Februari 2019, melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2,9 persen.‎

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads
Balas Kritikan, Denny JA: Fahri Hamzah Jangan Membaca Sepotong Berita