alexametrics

Wiranto Larang Aksi Damai Selama Masa Tenang Kampanye Pilkada

6 Februari 2017, 15:28:24 WIB

JawaPos.com – Aksi Damai Bela Ulama yang rencananya bakal digelar pada tanggal 11, 12, dan 15 Februari mendatang benar-benar sulit terlaksana. Setelah dilarang oleh Mendagri Tjahjo Kumolo dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana, kini giliran Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto bersikap serupa.

Mantan Panglima ABRI (Pangab) menyebutkan, waktu rencana aksi damai itu merupakan masa tenang kampanye Pilkada Jakarta. “Yang pasti bahwa Minggu tenang itu tidak ada lagi diizinkan pengerahan massa di tempat umum,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (6/2).

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura ini mengaku, apabila masyarakat akan tetap melakukan unjuk rasa, maka aparat penegak hukum akan melakukan penindakan. “Aparat keamanan akan menindak tegas. Jadi jangan disalahkan aparat keamanan, yang kita salahkan adalah ke yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar informasi, adanya ajakan melakukan unjuk rasa yang dinamai dengan Aksi Bela Ulama. Rencana aksi tersebut akan dilakukan 11,12 dan 15 Februari.

Adapun 39 organiasi kemasyarakatan (ormas) berserta Front Pembela Islam (FPI) akan melakukan unjuk rasa. Sementara tema unjuk rasa itu adalah “Umat Muslim Wajib Memilih Pemimpin Muslim dan Umat Muslim Haram Memilih Pemimpin Nonmuslim (Haram)”.(cr2/JPG)

Editor : Ilham Safutra


Close Ads
Wiranto Larang Aksi Damai Selama Masa Tenang Kampanye Pilkada