alexametrics

Generasi Milenial Puji Program Gus Ipul-Puti

5 Juni 2018, 00:15:14 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berbuka bersama dengan puluhan remaja milenial, Senin (4/6). Acara bertajuk Ngobrol Bareng Gusti itu, berlangsung di Omah Jaman Now, Surabaya.

Salah satu perwakilan generasi milenial yang hadir adalah, Ketua Aliansi Pelajar Surabaya (APS), Aryo Seno Bagaskoro. Di depan audience, Aryo tak segan bercerita tentang kedekatannya dengan Gus Ipul. Sebagai aktivis anak muda, Aryo pernah menyuarakan usulan kepada pemerintah provinsi untuk menggratiskan biaya pendidikan sekolah menengah.

Siswa SMAN 5 Surabaya itu menyebut, pasca pengalihan kewenangan SMA/SMK negeri dari pemerintah kota ke pemerintah provinsi, pendidikan tak lagi gratis. Padahal sebelumnya, Surabaya menjadi salah satu daerah yang menggratiskan sekolah, mulai SD hingga SMA.

Generasi Milenial Puji Program Gus Ipul-Puti
Gus Ipul dan Aryo Seni Bagaskoro (kemeja merah marun) saat berbuka bersama, Senin (4/6) (Tim Media Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)

“Makanya kami berangkat ke kantor pemprov. Luar biasa, kami ditemui langsung oleh Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur,” cerita Aryo tentang pertemuannya dengan Gus Ipul tahun lalu.

Meskipun keinginan mereka belum dapat terpenuhi, namun Aryo mengaku bahagia bisa menyampaikan aspirasi dan diterima langsung oleh pucuk pimpinan pemerintah provinsi. “Dari pertemuan itu, kami sadar bahwa Gus Ipul adalah salah seorang tokoh yang peduli dengan pendidikan,” tambah pelajar yang baru naik ke kelas XII itu.

Jejaka berkaca mata itu menyadari, bila menggratiskan biaya pendidikan SMA itu bukanlah perkara yang gampang. Selain butuh anggaran, pengalihan kewenangan itu memang mendadak.

Beruntung, peluang untuk menggratiskan biaya pendidikan SMA dan SMK tersebut kembali terbuka. Sebab, Gus Ipul yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno menyiapkan program Pendidikan Gratis Dilanjutkan (Dik Dilan).

“Ketika kami mendengar program Dik Dilan, kami semakin jatuh cinta dengan Gus Ipul. Sehingga, kalau memilih Gus Ipul, Insya Allah akan bahagia lahir dan batin,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gus Ipul pun menjelaskan bahwa, penyusunan program kerja Dik Dilan adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. “Kalau mau SDM-nya maju, harus diawali dari pendidkan yang juga maju. Kami tak ingin lagi ada keluhan masyarakat soal biaya pendidikan,” papar Gus Ipul.

Selain itu, program itu juga menjadi bukti dukungan pemerintah provinsi terhadap program pemerintah pusat, yakni wajib pendidikan gratis 12 tahun. Dengan terbukanya peluang tersebut, diharapkan kalangan pemuda bisa lebih banyak dalam berkarya. “Mari terus berkarya. Berpikir merdeka. Bebas, namun harus tetap ada karya yang disesuaikan dengan bakat dan minat kita,” tutur pria asal Pasuruan tersebut.

Dalam program Dik Dilan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk seluruh siswa SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.

Sementara itu, pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga Hariadi yang ikut pada diskusi itu mengatakan, anak muda sebenarnya bukan anti politik. Sebaliknya, pemuda sangat peduli. “Namun, mereka tidak mau diklaim atau dikerangkeng. Anak muda hanya ingin diwadahi melalui program yang sesuai dengan aktivitas anak muda,” terangnya

Hariadi menambahkan bahwa, selama ini Gus Ipul melalui berbagai programnya menjadi salah satu inspirator anak muda. Sehingga, wajar apabila mereka menjadikan Gus Ipul sebagai salah satu idola.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Generasi Milenial Puji Program Gus Ipul-Puti