alexametrics

Ancaman Botoh di Pilgub Jatim

5 Juni 2018, 17:07:10 WIB

JawaPos.com – Persaingan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 diprediksi berlangsung ketat. Kondisi itupun berpotensi dimanfaatkan bandar judi alias botoh.

Untuk itu, semua pihak harus mewaspadainya. Baik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim maupun tim dari masing-masing pasangan calon peserta Pilgub Jatim.

“Para botoh relatif eksis di Jatim. Situasi yang cukup kompetitif ini, maka potensinya lumayan banyak botoh yang bermain. Biasanya mereka masih menunggu untuk melihat peluang. Mereka akan bergerak pada H-7 sampai H-1,” kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Sorukim Abdussalam, Selasa (5/6).

Pilgub Jatim 2018
Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)

Menurut Sorukim, keberadaan para botoh tentu menjadi ancaman serius. Terlebih kerja para botoh tanpa sepengetahuan pasangan calon. Cara yang digunakan cukup rapi sehingga sangat susah diditeksi. Namun ada pula botoh yang bermain dengan cara membuat kesepakatan dengan pasangan calon tertentu.

“Botoh-botoh di Jatim itu sudah terlatih, bukan botoh amatir. Mereka sudah melakukan itu dari pemilu ke pemilu. Mereka itu bukan botoh yang tidak cerdas. Mereka paham situasi, kondisi dan daerah operasoinalnya. Jadi mereka bergerak di luar paslon. Bahkan kami tidak mengetahui siapa operatornya,” ungkapnya.

Di Jatim senidiri, menurut Sorukim, keberadaan botoh banyak tersebar di wilayah Madura dan Tapal Kuda. Bahkan khusus wilayah Madura, keberadaan botoh cukup terstruktur dari tingkap desa hingga kabupaten. Ada pula para botoh yang memanfaatkan jaringan kepala desa dengan massif. Hal itu tentu sangat menyulitkan petugas dan pasangan calon untuk melakuakan pengawasan.

“Yang paling di khwatirkan, botoh-botoh itu melakukan pendekatan kepada para kades. Kalau di Madura memang terhubung antara botoh di desa, kecamatan dan Kabupaten. Jadi di Madura itu ada strukturnya walaupun di kultural. Tapi di wilayah tapal kuda itu lebih mandiri,” ulasnya.

Seperti diketahui, Pilgub Jatim 2018 diikuti dua pasangan calon. Nomor urut 1, pasangan Khofifah-Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak. Mereka diusung Partai Demokrat, Partai Gokar, PAN, PPP, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI.

Kemudian nomor urut 2, pasangan Saifullah Yusuf–Puti Guntur Soekarno. Pengusungnya adalah PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ancaman Botoh di Pilgub Jatim