alexametrics

20 Hari Menuju Pencoblosan, Potensi Kecurangan Patut Diwaspadai

5 Juni 2018, 15:15:33 WIB

JawaPos.com – 20 hari menjelang pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 27 Juni 2018 mendatang, menjadi hari-hari yang penting untuk diwaspadai terjadinya kecurangan. Sebab, persaingan dua paslon yang berlaga pada Pilgub Jatim ini cukup ketat.

Pengamat Politik dari Universiata Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai, potensi kecurangan itu cukup terbuka dilakukan oleh paslon tertentu. Sebab, berdasarkan hasil dari berbagai lembaga survei, selisih elektabilitas kedua paslon cukup tipis.

“Kalau melihat tren survei yang jaraknya tipis ini, tentu prediksi kecurangan itu wajar dan layak diwaspadai. Karena jaraknyaa tipis, jadi seberapapun tipisnya akan sengat menentukan,” kata Surokim kepada JawaPos.com, Selasa, (5/6).

Sebelumnya, survei terbaru Litbang Kompas menempatkan elektabilitas pasangan calon nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak unggul dengan perolehan 48,6 persen. Sedangkan Paslon nomor urut 2, Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno hanya 45,6 persen.

Sementara pada survei Alvara Research Center yang dirilis pada bulan Mei lalu juga menempatakan elektabilitas Khofifah-Emil juga unggul sebesar 48 persen dan Saifullah-Puti hanya 41,9 persen.

Menurut Sukorim, ada beberapa zona yang potensi kecuranganya cukup besar. Seperti, wilayah Madura yang meliputi, Bangkalan; Sampang; Pamekasan dan Sumenep. Serta, daerah Tapal Kuda seperti, Lumajang; Probolinggo; Jember; Situbondo; Bondowoso dan Jember.

Dua zona yang masuk kategori wilayah merah itu sangat mudah melakukan kecurangan dengan cara mobilisasi massa. Sebab, lanjut Surokim, mayoritas pemilih di dua zona itu merupakan pemilih tradision perdesaan yang menganggap tidak memiliki kepentingan apapu dengan paslon.

“Daerah-darah yang menurut masuk dalam kategori merah itu wajib untuk di waspadai dan dipantau bersama seperti wilayah Madura dan Tapal Kuda. Selama ini kan rentan untuk mobilisasi massa. Kalau untuk wilayah urban, arek itu kan pemilihnya rlatif rasional,” terang peneliti Surabaya Survey Center (SSC) itu.

Oleh karena itu, Surokim berharap, lembaga pengawas pemiliu bisa sesegra mungkin mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan tersebut. Selaian itu, Sorukim juga menghimabu kepada kedua paslon,agar kembali meneguhkan komitmenya untuk menciptakan Pilkada yang aman, damai, jujur serta adil sebagaiman ikrar yang dibacakan pada awal masa kampanye lalu.

“Menurut saya, penting bagi semua pihak untuk bermain fair dan menciptakan Pilkada yang benar-benar bersih karena, Pilgub ini bukan hanya mencari kemenangan semata, tapi juga memberikan pendidikan politik yang beradab,” pungkasya.

Untuk diketahui, dalam Pilgub Jatim kali ini diikuti oleh dua paslon. Paslon nomor urut 1, Khofifah-Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak dengan diusung oleh Partai Demokrat, Partai Gokar, PAN, PPP, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI.

Sementara paslon nomor urut 2, Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno yang diususng oleh PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
20 Hari Menuju Pencoblosan, Potensi Kecurangan Patut Diwaspadai