alexametrics

Pengamat : Pernyataan Basarah Bentuk Ketakutan Pada Khofifah

5 Maret 2018, 11:48:37 WIB

JawaPos.com – Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai, pernyataan Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah yang mengklaim hubungan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa terputus sejak Khofifah melepas jabatan Menteri Sosial adalah bentuk ketakutan.

Menurut Airlangga, pernyataan Basarah tersebut menunjukkan ketidakmampuan tim pemenangan Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno merebut hati masyarakat. Sebab, saat ini sudah waktunya para calon meraih hati dan pikiran rakyat dengan adu kekuatan visi misi dan kapasitas elite. Bukan lagi berbicara klaim dukungan dari Presiden.

“Ketergantungan kandidat terhadap dukungan Presiden memperlihatkan lemahnya confident dari calon tersebut terhadap kekuatan konsepsi dan kapasitas dari pasangan maupun tim untuk mandiri dalam merebut hati dan pikiran konstituen. Komunikasi soal dukungan Presiden itu fasenya kemarin saat proses pencalonan. Saat kampanye dimulai maka fokus adalah merangkul dukungan dari rakyat,” kata Airlangga, saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin, (5/3).

Pengamat : Pernyataan Basarah Bentuk Ketakutan Pada Khofifah
Pengamat politik Unair, Airlangga Pribadi Kusman (dok/jawapos.com)

Menurut Airlangga, penyataan Basarah tersebut sangat tidak pantas disampaikan kepada publik. Apalagi, Basarah mencatut nama Presiden Jokowi yang diklaim bakal mendukung salah satu kandidat paslon.

Dari pernyataan Basarah tersebut, sosok yang paling dirugikan adalah Jokowi. Tidak hanya itu, atas klaim sepihak itu, masyarakat juga bisa mempersepsikan kalau gelaran Pilgub Jatim ini ada campur tangan Presiden. Dan, itu tentu menciderai netralitas kepala negara.

“Menyatakan secara terbuka dukungan Presiden terhadap kandidat pada saat kampanye itu statemen tidak elok. Itu adalah pernyataan untuk down grading Presiden. Seperti menyatakan kepada publik bahwa Presiden intervensi dalam momen Pilgub yang seharusnya menghormati suara rakyat,” sesalnya

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah secara sepihak mengatakan kalau Presiden Jokowi memberi dukungan pada pasangan Saifullah – Puti. Bahkan, Basarah juga mengklaim kalau hubungan politik Jokowi dengan Cagub Khofifah terputus.

“Pak Jokowi adalah kader PDI Perjuangan. Sebagai sesama kader, beliau mendukung Mbak Puti Guntur. Teristimewa, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi,” kata Basarah dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Minggu, (4/3)

Pernyataan Basarah itu muncul, setelah sehari sebelumnya Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) menyatakan dukungan pada Khofifah Indar Parawansa Cagub Jatim no urut 1, di Batu, Sabtu (3/3).

Untuk diketahui, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 diikuti oleh dua paslon. Paslon nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak diusung 6 partai politik. Yakni, partai Demokrat (13 kursi), partai Golkar (11 kursi), Partai Amanat Nasional (7 Kursi), PPP (5 kursi), partai NasDem (4 kursi), dan partai Hanura (2 kursi).

sedangkan  paslon nomor urut 2, Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno, diusung PKB (20 kursi) PDI Perjuangan (19 kursi), Partai Gerindra (13 kursi) dan PKS (6 kursi).

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pengamat : Pernyataan Basarah Bentuk Ketakutan Pada Khofifah