Miliki Aset Rp 20 T, Calon Senator Asal Papua Jadi Terkaya di Pemilu

04/08/2018, 09:05 WIB | Editor: Ilham Safutra
LHKPN mencatat 10 orang terkaya dari kalangan calon anggota DPD (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tokoh-tokoh kaya bakal bertarung di Pemilu 2019 mendatang. Baik untuk memperebutkan kursi DPR, DPRD, maupun DPD. Untuk DPD saja berdasar data di Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, terdapat 10 orang terkaya dari kalangan calon anggota DPD.

Calon anggota DPD terkaya itu bernama Wilhelmus Rollo. Dia berasal dari Daerah Pemilihan (dapil) Papua. Di catatan LHKPN disebutkan, total kekayaan yang dimiliki Wilhelmus Rollo senilai Rp 20,005 triliun. Anehnya dengan total harta kekayaan sebanyak itu, Wilhelmus Rollo tidak masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Bila dikonversi ke dalam dolar Amerika Serikat (AS), kekayaan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Papua itu nyaris menyamai pemilik bisnis transportasi Blue Bird Purnomo Prawiro. Yakni, USD 1,3 miliar. Bedanya, Purnomo masuk daftar 30 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Sedangkan Wilhelmus tidak.

Apakah Direktorat KPK salah menghitung kekayaan Wilhelmus? Kepala Satgas Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK Kunto Ariawan menyatakan, nilai aset Wilhelmus memang sesuai dengan isi laporan. Wilhelmus mengklaim memiliki aset berupa tanah seluas 80 ribu hektare.

"Dia (Wilhelmus, Red) yang membuat pernyataan seperti itu karena punya tanah luas," ucap Kunto saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (3/8). Dengan kekayaan sebanyak itu, Wilhelmus dinobatkan sebagai bakal calon anggota DPD terkaya sejauh ini. Dia menduduki peringkat teratas di antara 510 orang yang mendaftarkan kekayaannya ke KPK.

Lantas, dari mana tanah puluhan ribu hektare yang diklaim Wilhelmus tersebut? Kunto mengaku belum bisa memverifikasi. Sebab, tanah itu tidak berasal dari proses jual beli. Sangat mungkin, kata dia, tanah tersebut berasal dari hibah keluarga atau tanah adat yang lazim dimiliki tokoh-tokoh adat di Papua. "Bisa tanah adat ya," tuturnya.

Direktur LHKPN KPK Cahya Hardianto Harefa menambahkan, bila ada bacalon DPD terkaya, ada pula bacalon DPD paling miskin. Calon yang paling minim kekayaannya adalah Dadang Darmawan. Bacalon DPD asal Sumatera Utara itu memiliki harta minus Rp 158 juta. 

(tyo/c17/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi