alexametrics

Sihar Tidak Ingin Ada Anak di Sumut yang Putus Sekolah

4 Mei 2018, 23:42:49 WIB

JawaPos.com – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menekankan bahwa, pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Pendidikan harus terus dibenahi untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang punya daya saing baik serta mampu berkompetisi dengan masyarakat luar.

Sihar memaparkan bahwa, saat ini tantangan terbesar untuk masyarakat adalah persaingan global. Persaingan tersebut sangat dominan dalam memaksimalkan SDM yang produktif, serta mampu berkontribusi untuk kemajuan bersama.

“Pertama pendidikan adalah dasar dari segala sesuatu yang ingin kita kembangkan. Karena itu, letak pendidikan ini sebagai tangga dalam mensejahterakan masyarakat. Karena itu target kita ke depan, masyarakat tidak boleh ada yang putus sekolah. Dimulai dari anak-anak yang harus mengecap pendidikan sesuai dengan zamannya,”kata Sihar, Jumat (4/5).

Sihar Tidak Ingin Ada Anak di Sumut yang Putus Sekolah
Cawagub Sumut Sihar Sitorus bersama istrinya Patricia Siahaan saat bersamaa anak-anak bebeerapa waktu lalu. (ist/Dok.DJOSS)

“Di sisi lain, kita harus mampu memberikan motivasi bagi warga agar memiliki paradigma baru. Bahwa pendidikan itu adalah tangga kehidupan yang membawa kita menjadi manusia yang lebih baik,” lanjutnya.

Sihar menjelaskan bahwa, saat ini target untuk pengembangan adalah menciptakan SDM andal yang mampu mengelola beragam kekayaan daerah. Karena pada prinsipnya, daerah memiliki beragam keistimewaan mulai dari kekayaan laut, hingga kekayaan dataran tinggi.

Dengan kata lain, dari hulu hingga hilir, dapat dimaksimlakan sebagai sektor ekonomi yang mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warga Sumut.

“Nah, kita berfungsi sebagai manajemen yang menata ini lebih baik lagi. Masyarakat harus menjadi pengelola utama untuk semua sumber daya yang dimiliki daerah. Karena itu, mereka harus dididik sesuai dengan tuntutan zaman. Terlebih, saat ini Indonesia memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini tentu sangat mempengaruhi persaingan ke depan. Karena tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Karmel Simatupang Akademisi di Medan menilai bahwa, pengembangan SDM adalah modal untuk untuk menghadapi arus global yang terjadi saat ini. Isu arus global dijadikan isu politik yang sesungguhnya tidak dapat dihempang dengan kebijakan yang simpel.

Perkembangan masyarakat saat ini tidak lagi hanya dibatasi oleh wilayah maupun negara. Melainkan semua dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat akan bersaing secara langsung tanpa adanya batas. Lulusan pascasarjana asal Taiwan tersebut memaparkan bahwa persaingan SDM adalah persaingan yang menonjol.

Formula yang harus digunakan untuk memperkuat basis kehidupan sosial adalah, pendidikan yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan warga.

“Karena itu pemerintah baru nanti harus menyiapkan formula tersebut agar masyarakat tidak lagi hanya sebatas sekolah, melainkan terdidik. Karena selama ini kerap dunia pendidikan hanya dijadikan sebagai formalitas untuk mengisi keseharian dan bukan kebutuhan medasar yang mempengaruhi kehidupan,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Sihar Tidak Ingin Ada Anak di Sumut yang Putus Sekolah