alexametrics

Proyek Nasional Jadi Awal Kebangkitan Sumut

4 Mei 2018, 02:32:13 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat meninjau beberapa proyek infrastruktur nasional di Sumut, Kamis (5/3). Menurut Djarot pembangunan infrastruktur yang masif adalah awal kebangkitan Sumut untuk kejayaan.

Djarot tidak sendiri saat meninjau proyek itu. Dia bersama Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan dan Anggota Komisi V Nusyirwan Soedjono. Mulai dari jalur kereta api, hingga pelabuhan menjadi fokus peninjauan.

Djarot pun mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang fokus memberi perhatian ke Sumut. Pembangunan infrastruktur diharapkan bisa mendongkrak perekonomian. Hal itu diungkapkan Djarot saat berada di Pelabuhan Peti Kemas Belawan yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Dengan perluasan (dermaga peti kemas) ini, maka kapasitas pelabuhan peti kemas Belawan menjadi dua kali lipat. Dari satu juta kontainer, bisa menjadi dua juta kontainer. Jangkauannya juga akan semakin luas, dan kegiatan ekspor barang bisa langsung ke India, Dubai, Jepang, China,” ujar Djarot.

Dengan begitu, lanjut Djarot, industri-industri mulai hulu hingga hilir bisa semakin berkembang. Karena pelabuhan bisa mempercepat kegiatan ekspor, sehingga pertumbuhan ekonomi makin meningkat.

Oleh sebab itu, kata Djarot, pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, harus klop. Dan, proyek-proyek strategis nasional harus klop dengan proyek-proyek strategis provinsi.

Dengan begitu, kata Djarot, Sumut akan mampu mengejar ketertinggalan dari provinsi-provinsi lain. Djarot mengatakan betapa besarnya potensi di Sumut ini, dan Sumut harus kerja keras, kerja cepat sehingga ketertinggalan selama ini bisa cepat dikejar.

Sementara itu Dirut PT Prima Peti Kemas Jansen Sitohang mengungkapkan bahwa progress proyek tersebut sudah 65 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018. Pihaknya akan melakukan soft launching di awal tahun 2019.

Masih kata Jansen, saat ini pihaknya sedang melakukan pelelangan alat. Alat bernama post panama itu jangkauannya mampu menghandel kapal-kapal besar 4.000 sampai 5.000 TEUs. Selain itu, pelabuhan juga didesain sekitar minus 14 LWS (low water spring/meter bawah permukaan terendah air) sehingga kapal-kapal besar bisa masuk Belawan.

“Pola operasionalnya juga bisa automatic, supaya bisa menekan dwelling time yang ditargetkan pemerintah dan juga mengurangi tingkat kecelakaan. Jadi, ini nanti akan menjadi sebuah terminal yang modern, mengadaptasi teknologi pelabuhan-pelabuhan di luar negeri. Jadi, kita tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi V Nusyirwan Soedjono mengatakan, pelabuhan Belawan juga semakin memperkuat kawasan barat. “Jadi bisa untuk transportasi barang, ke luar negeri, perluasan ini sangat penting. Kita lihat progress-nya, ini sudah berjalan sesuai jadwal. Tidak ada hambatan,” katanya.

Pembangunan pelabuhan juga mendorong untuk menurunkan dwelling time. Dia juga meminta semua pihak bisa saling berkoordinasi untuk menekan dwelling time yang sempat menjadi kisruh beberapa waktu lalu.

“Aspek dwelling time, semua pihak harus saling berkoordinasi. Mulai dari instansi pengawasan, Instansi yang berkaitan ekspor impor, dengan apa yang dilakukan di Belawan dan Kuala Tanjung,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Proyek Nasional Jadi Awal Kebangkitan Sumut