alexametrics

Merasa Difitnah, Kuasa Hukum DJOSS Balik Lapor ke Bawaslu

4 Mei 2018, 03:11:16 WIB

JawaPos.com – Beberapa waktu terakhir, laporan demi laporan soal dugaan pelanggaran pemilihan masuk ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut. DJOSS dilaporkan ke Bawaslu Sumtera Utara karena patut diduga telah melakukan politik uang, dengan membagi-bagikan uang saat berkampanye di Desa Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada akhir April.

Yang melaporkan adalah warga bernama Jiarmansyah. Dalam sebuah rekaman video, Djarot terlihat memberikan uang kepada warga. Video itu pun dijadikan alat bukti dalam laporan itu.

“Kemarin kita memang terima laporan soal itu. Tapi sudah kita limpahkan ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Deli Serdang, karena lokasi kejadiannya disana,” sebut Kasubbag Hukum dan Humas Bawaslu Sumut, Feri Pohan, Kamis (3/5)

Menanggapi laporan tersebut, Kuasa Hukum Djarot Syaiful Hidayat Marihot Siahaan mengaku, Djarot tidak terima dengan tuduhan tersebut. Dia mengatakan, laporan itu adalah fitnah kepada kliennya.

Marihot menduga, video yang dijadikan alat bukti itu telah diedit dengan sengaja untuk merugikan kliennya. Memang benar Djarot menyerahkan uang kepada warga. Uang itu pun dikeluarkan langsung dari dompet Djarot.

“Namun uang itu bukan untuk membeli suara warga atau politik uang lainnya. Melainkan uang untuk membayar hasil bumi berupa buah-buahan yang diserahkan warga kepada Djarot,” jelasnya.

Atas dugaan fitnah itu, tim kuasa hukum melaporkan kembali Jiarmansyah ke Bawaslu Sumut. Delik aduannya adalah menyebarkan berita bohong dan fitnah.

“Kita libas habis yang memfitnah begini. Kita ingin ini segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu. Kalau perlu kita akan bawa kasus tidak hanya ke pidana pemilu, tapi juga ke pidana umum, Karena ini juga persoalan pencemaran nama baik,” tambahnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Merasa Difitnah, Kuasa Hukum DJOSS Balik Lapor ke Bawaslu