alexametrics

Konflik Berkepanjangan, Pedagang Pasar Turi Wadul ke Khofifah

4 Mei 2018, 17:11:27 WIB

JawaPos.com – Calon gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa melanjutkan kegiatan navigasi programnya ke Pasar Turi lama di Tempat Penampungan Sementara (TPS), Surabaya, Jumat (4/5).

Dalam kesempatan ini Khofifah menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan para pedagang Pasar Turi lama, dengan kontraktor dan Pemerintah Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan Khofifah setelah mendengar keluh kesah para pedagang yang mengaku telah 12 tahun bertahan di TPS.  Para pedagang ini mengaku telah membeli stand Pasar Turi Baru, namun masih juga diminta membayar pungutan di luar kontrak. 

Khofifah Indar Parawansa
Khofifah diajak berkeliling Pasar Turi Lama di TPS, Surabaya, Jumat (4/5). (dok. Timses Media Khofifah-Emil)

“Ini bukan hanya infrastrukturnya, karena ini TPS. Jadi harus dikembalikan hak mereka yang dulu memiliki stand di Pasar Turi dan terbakar. Rasanya harus segera dikomunikasikan. Mereka ini harus segera menempati stan barunya, mereka ini pemilik stand di Pasar Turi yang terbakar. Harus dikembalikan kepada hak dasar mereka,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 ini mengatakan, nantinya akan mengumpulkan pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kota Surabaya dan investor untuk membuka kembali kontrak yang ditawarkan sebelumnya.

“Jadi renegosiasi harus dilakukan, membuka kembali kontrak kontrak itu, dan melihat kembali apa yang sebetulnya menjadi keputusan kontrak saat itu dilakukan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Himpunan Pasar-Pasar Turi (HPP), M. Taufik mengakui, jika para pedagang sedianya telah membayar stand sebesar 80 persen. Namun, seiring berjalan waktu, ada pungutan lain yang harus dibayar, agar bisa menempati stand di Pasar Turi baru tersebut, salah satunya adalah pajak, tetapi oleh investor tidak disetorkan ke negara.

Selain itu, tambah Taufik, para pedagang juga diminta pembayaran sertifikat strata title, padahal Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan, bahwa tidak ada sertifikat tersebut. 

“Pedagang sudah membayar 10 persen, terus pedagang ditarik PBHTP 5 persen, tidak disetorkan ke negara. Untuk sertifikat itu ditarik 10 juta, bahkan bisa lebih. Loh, disini negara tidak hadir,” katanya. 

Khofifah sendiri, menjadi satu satunya calon Gubernur yang berkunjung dan mendengarkan keluh kesah para pedagang Pasar Turi di TPS, meskipun sebelumnya, juga ada Wali kota Surabaya.

Dengan kunjungan ini, para pedagang tidak hanya memberikan doa dan dukungan terhadap mantan Menteri Sosial ini. Taufik juga berharap, Khofifah bisa memfasilitasi penyelesaian Pasar Turi lama yang terkatung katung puluhan tahun. 

“Mudah mudahan dengan Bu Khofifah ini, ini bisa menjembatani, bisa menyelesaikan masalah Pasar Turi,” harapnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Konflik Berkepanjangan, Pedagang Pasar Turi Wadul ke Khofifah