alexametrics

Sihar Ingin Geopark Kaldera Toba Jadi Jangkar Perekonomian

4 Maret 2018, 18:10:05 WIB

JawaPos.com – Pemerintah pusat saat ini tengah fokus menlakukan pengembangan wilayah Danau Toba menjadi kawasan destinasi wisata internasional. Menurut Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Nomor Urut 2 Sihar Sitorus hal itu harus didukung oleh masyarakat.

Bahkan, menurutnya Geopark Kaldera Toba (GKT) harus menjadi jangkar perekonomian rakyat. Apalagi saat ini sedang diusulkan juga masuk Unesco Global Geopark (UGG).

Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar punya nilai yang tinggi. Hal itu dilihat dari kekayaan bentangan alam danau yang memiliki keistimewaan baik secara geografis, bio maupun culture. Dengan konsep geopark yang memberikan kontribusi secara global untuk Sumut, kawasan Danau Toba bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Yang kita harus lakukan menjaga danaunya, bukan mengeksploitasi berlebihan dan membuatnya rusak. Danau itu kan anugerah Tuhan yang bisa kita manfaatkan, baik untuk perekonomian warga. Misalnya dengan memasarkan sebagai kawasan geopark yang dikelola dengan baik,” kata Sihar dalam keterangan yang diterima pada Minggu (4/3).

Pembangunan Danau Toba pun lanjutnya, harus berjalan sistematis. Selama ini, masyarakat umum mengenal pariwisata Danau Toba hanya dari beberapa kawasan saja. Seperti Parapat, Tuk-tuk, Tomok, dan Pangururan. Wisatawan umumnya hanya melihat kekuatan panorama indah yang dimiliki beberapa kawasan tersebut.

“Ada kekuatan lain yang sangat luar biasa. Kekuatan tersebut merupakan warisan peradaban dunia yang dititipkan di tanah leluhur yang saat ini dihuni oleh masyarakat dengan berbagai sub-etnisnya,” katanya.

Sihar menambahkan bahwa, pada tahun 2015 lalu, Danau Toba sudah diusulkan masuk menjadi bagian dari GGN atau Geopark Global Network ke UNESCO.Namun UNESCO belum menetapkannya menjadi anggota GGN UNESCO.

Tetapi tidak berhenti sampai di situ. Sejumlah pegiat sampai saat ini terus memperjuangan Danau Toba masuk menjadi bagian dari GGN. Pasalnya Geopark UNESCO menawarkan peluang untuk mengenal, melindungi dan mengembangkan situs warisan bumi di tingkat global.

Geopark akan mengenali hubungan antara manusia dengan geologi. Selain mengenali kemampuan situs tersebut sebagai pusat pengembangan ekonomi. Konsep geopark sangat dekat dengan paradigma penyatuan antara ilmu pengetahuan dengan budaya, yaitu melalui pengenalan keadaan fisik alam yang penting dan unik.

“Sehingga dapat menjadi jangkar perekonomian. Jangkar dalam artian perekonomian berpusat pada keunikan geo, bio dan kultural diversity lingkungan Kaldera Danau Toba. Penting untuk menjaga kelestarian Danau Toba, mengembalikan flora dan fauna asli, mengembangkan agroturisme Danau Toba dan mengemas cultural diversity lingkungan Danau Toba,” paparnya.

“Kita harus membangunnya secara bersama-sama. Masyarakat, alamnya dan kelestarian nya. Jadi ketika kita membuka Danau Toba untuk wisata, maka masyarakat juga harus masyarakat pariwisata,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Sihar Ingin Geopark Kaldera Toba Jadi Jangkar Perekonomian