alexametrics

Sejumlah Program Khofifah untuk Pesantren di Jatim

4 Maret 2018, 17:07:24 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki sejumlah program pengembangan untuk menyentuh kalangan pesantren. Salah satunya, peningkatan Bantuan Operasional Daerah (Bosda) Madrasah Diniyah (Madin).

Hal itu disampaikan Khofifah saat dialog ketika menghadiri Reuni Akbar Pondok Pesantren An Nur III di Bululawang Malang, Minggu (4/3). “Kami sudah menyusun sejumlah program untuk menyentuh pesantren. Pesantren ini kan kental dengan Madrasah Diniyah. Nah, kami sudah menghitung kami akan memberikan peningkatan Bosda Madin,” ujar Khofifah, Minggu (4/3).

Tidak hanya itu, Khofifah juga menjanjikan akan memberikan beasiswa bagi pengajar Madrasah Diniyah. Setidaknya ada 10 ribu guru Madrasah Diniyah yang sudah menempuh pendidikan sarjana yang akan diberi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan program master.

Sejumlah Program Khofifah untuk Pesantren di Jatim
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau produk dari Ponpes. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memiliki cita-cita untuk memberikan bantuan kepada pesantren. Dimana ide ini dia peroleh saat ditugaskan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk belajar di Malaysia tahun 2003 hingga 2004 silam.

“Ini keinginan saya saat ditugaskan Gus Dur tahun 2002. Saya ingin pesantren yang masih punya lahan, Pemprov diberi kesempatan untuk membangun gedung khusus guna mendidik anak petani; anak yatim; anak buruh panggul; supaya dapat perlindungan pendidikan dan lingkungan yang baik,” papar Khofifah.

Menurutnya, gedung itu akan dibangun dengan APBD Pemprov. Selanjutnya juga akan diberi beasiswa utuh bagi anak-anak tersebut agar mereka mendapatkan jaminan pendidikan yang layak.

“Ini juga karena mereka itu rentan putus sekolah,” timpalnya.

Apalagi lanjutnya, sekarang angka putus sekolah di Jawa Timur mencapai 7,23 persen. Bahkan, masih banyak anak-anak sekolah yang drop out di kelas dua SMP.

Melalui program ini diharapkan, anak-anak yang tergolong tidak mampu dan rentan untuk putus sekolah tidak sampai kehilangan harapan. Sehingga bisa memotong mata rantai kemiskinan di Jawa Timur.

Saat menghadiri Reuni Akbar di Ponpes An Nur III tersebut, Khofifah juga menyempatkan diri untuk meninjau bazar yang merupakan sub agenda dari temu bisnis alumni Ponpes An Nur.

Menurutnya, kegiatan temu alumni yang disisipi dengan temu bisnis ini bisa menjadi percontohan. “Ini akan jadi penguatan dan peran alumni bahwa mereka dibangun dengan sektor ekonomi. Menurut saya sangat strategis, skill dan market mereka sudah ada. Mungkin modal dan pasar yang nanti bisa didorong,” tutupnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Sejumlah Program Khofifah untuk Pesantren di Jatim