alexametrics

Tinjau Jalur KA, Djarot: Angkutan Masal di Sumut Harus Berbasis Rel

3 Mei 2018, 13:27:53 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat meninjau proyek pembangunan nasional, Jalur Layang Kereta Api, di kawasan Jalan Pegadaian, Kamis (3/5) pagi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga didampingi Anggota Komisi III DPRD Sumut Trimedya Panjaitan dan Anggota Komisi V Nusyirwan Soedjono. 

Dalam kunjungannya itu, Djarot melihat sudah sejauh mana perkembangan jalur layang kereta api sepanjang 10,8 kilometer tersebut. Djarot disambut langsung oleh pengawas lapangan dari PT Wijaya Karya Beton Galih Setyanto. 

Melihat pembangunan rel yang cukup masif, Djarot menilai transportasi di Sumut harus berbasis rel. Konsep itu, kata Djarot harus dikembangkan menjadi cikal bakal transportasi untuk mengurai kemacetan, khususnya di Kota Medan. 

“Kalau kita akan mencontoh Jakarta, dengan buswaynya ini sulit. Karena jalanan masih banyak yang kecil. Pemebasan lahannya juga memakan waktu lama,” katanya. 

Dia juga melirik proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang kini sedang digenjot oleh pemerintah. Jika LRT dibangun, maka itu akan mengurai kemacetan cukup signifikan. 

Untuk diketahui, nantinya pemerintah akan membangun jalur LRT sepanjang 22,74 kilometer membentang membelah kota, dari kawasan Pancing di utara ke arah selatan yakni Pasar Induk Lau Chi. Model kereta api perkotaan mempunyai kecepatan rata-rata 80 km/jam, akan melewati 16 stasiun di dalam kota Medan. 

“Kita harus tentukan titik yang akan bangun TOD (Transit Oriented Development). Untuk mengintegrasikan, rel yang elevated dengan jaringan di perkotaan, Medan Binjai Deli Serdang. Dengan cara itu, kita berharap, kemacetan di Medan bisa terurai,” katanya. 

Kunjungannya bersama DPR RI hari ini juga dilakukan untuk memastikan program pembangunan infrastruktur era Presiden Joko Widodo berjalan dengan baik. 

Sementara itu, Galih Setyanto memprediksi jalur layang kereta api itu akan beroperasi pada 2018 akhir. Kini mereka tinggal merampungkan beberapa bagian jalur layang yang belum dipasang. Namun pengerjaan akan terhenti selama ramadan dan lebaran. 

“Saat angkutan lebaran kami gak bisa kerja. Itu memang sudah peraturannya. Untuk menghindari gangguan,” pungkasnya. 

Selain meninjau proyek jalur layang, Djarot bersama Trimedya dan Nusyrin dijadwalkan akan meninjau pengerjaan pelabuhan peti kemas di Belawan dan pelabuhan Kuala Tanjung. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tinjau Jalur KA, Djarot: Angkutan Masal di Sumut Harus Berbasis Rel