alexametrics

Gus Ipul Apresiasi Nelayan Bangsring Banyuwangi

3 Maret 2018, 21:19:18 WIB

JawaPos.com — Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengapresiasi inisiatif dan kerja keras Ikhwan Arief. Bersama Kelompok Nelayan Samudra Bakti dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Ikhwan mampu mengubah pola tangkap ikan.

Zona konservasi yang dikelola oleh nelayan Samudra Bakti tersebut saat ini dikenal dengan tempat wisata Bangsring Under Water dan telah menyedot perhatian ribuan wisatawan setiap tahunnya. Secara ekonomi, nelayan di Bangsring sudah membaik. “Karena inisiatif dan kerja kerasnya berkolaborasi dengan semua kekuatan, Mas Ikhwan dan teman-teman berhasil menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul itu di Banyuwangi, Sabtu (3/3).

Penghargaan Kalpataru tersebut merupakan salah satu capaian yang didapatkan Kelompok Nelayan Samudara Bakti yang selama ini melakukan penanaman karang di sekitaran Pantai Bangsring Banyuwangi. Perjuangan mereka dimulai 10 tahun yang lalu.

Gus Ipul Apresiasi Nelayan Bangsring Banyuwangi
Gus Ipul saat mengunjungi Desa Bangsring, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (3/3) (Istimewa)

Gus Ipul menjelaskan, saat itu perairan Bangsring mengalami kerusakan parah karena penangkapan ikan dengan bom dan potas yang dilakukan puluhan tahun secara turun temurun. “Sejak dulu sebagian besar nelayan Bangsring adalah nelayan ikan hias,” katanya.

“Mulai tahun 1960-an mereka menangkap ikan hias dengan menggunakan potas dan juga bom. Belum lagi pengambilan karang secara besar-besaran untuk pembuatan kapur bangunan, hingga terumbu karang di perairan Bangsring rusak parah dan kami kesulitan mencari ikan hias,” lanjut pria asal Pasuruan tersebut.

Kelompok tersebut kemudian mulai melakukan perubahan, dengan mengubah pola tangkap nelayan lebih ramah lingkungan. Mereka juga membuat kawasan konservasi seluas 15 hektar di wilayah Pantai Bangsring. Di wilayah tersebut tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan dan pengambilan karang.

Selain itu, secara otodidak mereka melakukan transplantasi terumbu karang dengan menggunakan rak dari pipa paralon. Bibit karang yang diambil dari karang yang sehat diikat dengan senar di pipa paralon lalu ditenggelamkan di dalam laut. Saat ini ada ribuan rak palon transplantasi karang yang telah ditenggelamkan di wilayah zona perlindungan bersama.

Rak tranplantasi tersebut dibuat dengan sistem donasi dari penyumbang. Para nelayan juga melakukan perawatan secara berkala terumbu karang yang ditanam. Selain ribuan rak transplantasi di wilayah zona perlindungan, juga ada 500 aparteman ikan serta ratusan karang buatan yang kami letakan di dalam laut. “Yang terakhir ada sistem biorock agar pertumbuhan karang lebih cepat. Saat ini ada rib,” terang Ikhwan.

Gus Ipul menegaskan, apa yang dilakukan Ikhwan dan kawan-kawannya bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya agar bisa maju apabila melakukan perubahan. “Saya dan Mbak Puti bertekad melakukan perubahan secara berkelanjutan. Saya paham benar soal Jawa Timur, karena hampir sepuluh tahun saya menjadi wakil gubernur,” tegas mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Gus Ipul Apresiasi Nelayan Bangsring Banyuwangi