alexametrics

Cak Anam: Di Atas Kertas Khofifah Menang

3 Februari 2018, 18:23:43 WIB

JawaPos.com – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN). Salah satu yang dibahas adalah strategi pemenangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

Salah satu inisiator PPKN Choirul Anam mengatakan, kelompok ini dibentuk untuk terus mengawal Khittah NU yang telah memutuskan 9 pedoman berpolitik warga NU dalam Muktamar di Jogjakarta pada 1989. Dalam hal ini, PPKN bertekad untuk memenangkan Khofifah yang berpasangan dengan Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim Emil Elestianto Dardak.

“Dalam jangka panjang itu akan terus melihat NU tetap dalam relasi Khittah. Jangka pendek dan mendesak, relawan ini kemudian ingin membantu pemenangan Khofifah,” kata tokoh yang akrab disapa Cak Anam itu usai menggelar rapat bersama Khofifah di Gedung Astranawa, Jalan Gayungsari, Surabaya, Sabtu (3/2).

Dijelaskan Cak Anam, dalam rapat PPKN dibahas berbagai strategi. Salah satunya memperkuat relawan PPKN yang sudah tersebar hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) diseluruh Jatim. Tugas utama relawan PPKN adalah melakukan pendataan suara pendukung Khofifah secara real time.

“Relawan langsung masuk ke pendataan suara. Kami ambil langsung kuantitatif. Jadi nanti per TPS akan kami lihat. Karena di atas kertas tadi saya gambarkan Khofifah itu menang. Tapi di balik kertas kan belum tentu. Ini yang sedang kami lakukan. Kami bentuk relawan PPKN mulai di tingkat Provinsi Sampai TPS. Kami real time terus menerus. Akan ada laporan TPS ini, desa ini, kecamatan ini, sekian kekuatan,” beber Cak Anam.

Selain itu, relawan PPKN juga bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap adanya kecurangan-kecurangan dalam Pilgub Jatim 2018. Baik berbentuk pengelembungan suara maupun politik uang.

“Selain ada Panwas, tapi masyarakat juga sudah banyak. Saya kira kalau pengawasan dilakukan bersama-sama maka pelanggaran itu tidak akan terjadi. Hanya yang jelas sekarang, karena ini dampak dari politik liberal. Maka ukuran uang itu masih menjadi penentu. Jadi masyarakat itu kalau sudah digebyor (dikasih) uang, ini dampak dari demokrasi liberal kita di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan bahwa tokoh-tokoh senior NU yang tergabung dalam PPKN sabagai influenser dan endoser. Posisinya di atas relawan yang siap menerima masukan sekaligus memberi saran pada seluruh komunitas dan relawan Khofifah-Emil.

“Mereka adalah kalangan NU kultural senior. Posisinya di tengah-tengah masyarakat adalah influenser, para endoser. Mereka adalah tokoh-tokoh berpengaruh di lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, ini akan menjadi bagian yang bisa merakit gerakan-gerakan relawan dengan maksimalisasi untuk mengonversikan gerakan relawan menjadi suara,” kata Khofifah.

Dalam pertemuan tersebut, perempuan yang juga Ketua Umum Muslimat NU itu berkesempatan memaparkan berbagai strategi pemenangan dan beberapa hasil lembaga survei yang tidak bisa dipublikasikan.

“Saya presentasi dengan slide yang relatif komperenhensif. Tapi semuanya memang masih secret. Karena saya sudah harus menyampaikan strategi pemenangan. Saya akan menyampaikan peta dari hasil survei. Apakah peta dukungan, apakah peta yang masih harus kami sapa, format-format pemenangan seperti apa, itu yang saya ingin share pada pertemuan sore hari ini,” pungkas Khofifah.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Cak Anam: Di Atas Kertas Khofifah Menang