alexametrics

Tekan Harga Bahan Baku UMKM, Gus Ipul: Bikin Koperasi

2 Juni 2018, 23:56:18 WIB

JawaPos.com – Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyiapkan sebuah terobosan untuk menekan mahalnya harga bahan baku produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Misalnya saja produk UMKM kerupuk yang menggunakan bahan baku tepung tapioka. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu sengaja bertemu dengan pengrajin kerupuk, Sabtu (2/6)

Satu di antara sentra pengrajin kerupuk di kawasan Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun mengeluhkan mahalnya harga tepung tapioka. Tak tanggung-tanggung, harga tepung tapioka naik sekitar 150 persen dalam beberapa bulan terakhir. 

Dari yang awalnya Rp 400 ribu tiap kuintal, kini meningkat menjadi Rp 1 juta untuk berat yang sama. “Akibatnya, banyak pengrajin yang tutup. Sebab, harga bahan baku sudah tak terjangkau,” kata seorang pengrajin kerupuk, Misdi. 

Padahal, pasar untuk kerupuk ini terbuka lebar. Tak kurang sekitar satu ton tiap pekan ludes terjual di sentra pengrajin ini. Apalagi, para tengkulak datang langsung ke para pengrajin.

Bagi pengrajin yang tetap beroperasi, mereka akhirnya rela memangkas keuntungan serta menaikkan harga kerupuk. Dari yang awalnya per kantung seberat lima kilogram dihargai sebesar Rp 36 ribu, kini naik menjadi Rp 42 ribu. “Kalau harga bahan baku tak bisa turun, kami khawatir akan semakin banyak kawan pengrajin yang tutup. Saat ini, tinggal 15 UMKM saja yang masih beroperasi,” tambah Misdi.

Menanggapi keluhan ini, Gus Ipul mendorong para pengrajin mendatangkan bahan baku dengan cara borongan. Bukan lagi belanja bahan baku secara mandiri, melainkan berkelompok. “Mereka harus meninggalkan kebiasan belanja modal secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, datangkan secara berkelompok,” kata Gus Ipul.

Konsep kolektif tersebut bisa melalui koperasi yang didirikan khusus oleh para pengerajin. “Bahkan, agar semakin meringankan, koperasi ini dibentuk khusus untuk mendatangkan bahan baku,” imbuhnya.

Melalui koperasi, para pengerajin juga bisa memangkas panjangnya rantai distribusi yang sekaligus mengurangi harga pasaran. “Bahkan, kalau belinya banyak, pengerajin bisa datang langsung ke pabriknya,” ucap mantan Ketua Umum GP Ansor itu.

Ke depan, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul tak hanya akan melakukan intervensi dengan harga yang terjangkau. Pihaknya, juga berkomitmen untuk menyiapkan bantuan permodalan. Hal itu terangkum dalam program Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start-Up (Superstar).

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Tekan Harga Bahan Baku UMKM, Gus Ipul: Bikin Koperasi