alexametrics

Sihar dan Masyarakat Sumbul Bahas Soal Pendidikan Hingga Pertanian

2 Juni 2018, 22:04:24 WIB

JawaPos.com – Masyarakat Desa Sumbul, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) berharap banyak pada pasangan Calon Gubernur (Cagub) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Utamanya, soal pendidikan dan pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat.

Hal itu, diungkapkan oleh Warga Parongil, Desa Sumbul, Jumat (1/6) malam kepada Sihar Sitorus yang berkunjung ke sana. Agenda itu, dibungkus dalam silahturahmi Rumahku DJOSS yang selama ini menjadi andalan Djarot-Sihar untuk mendengar keluhan masyarakat.

Di Desa Sumbul, rumah milik Hitler Silaban, dijadikan tempat Rumahku DJOSS. Warga berharap, perhatian Djarot-Sihar di bidang pendidikan dan pertanian harus direalisasikan.

Sihar dan Masyarakat Sumbul Bahas Soal Pendidikan Hingga Pertanian
Sihar Sitorus saat berkunjung ke rumah Hitler Silaban yang dijadikan Rumahku DJOSS, Jumat (1/6) malam. (ist/Dok.DJOSS)

Disana, salah seorang warga bernama Pendi Sihombing mempertanyakan masalah pendidikan kepada Sihar. Pertanyaan itu terfikus soal Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sejauh mana bantuan BOS yang diterima siswa sampai saat ini di Dairi?. Karena selama ini, kami tidak mengetahui apakah ada syarat untuk menerima dana BOS itu. Apakah ada kerja sama dengan Pemda untuk penyalurannya,” ungkap Pendi dalam pernyataannya yang diterima, Sabtu (2/6).

Sementara itu, Nutro Sihombing warga lainnya, mempertanyakan soal pertanian. Dirinya berharap, perhatian pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup petani dan juga meningkatkan hasil pertanian lebih berkualitas. “Warga di sini, sebagian besar adalah petani. Tentu harapan kami, adalah bagaimana agar hasil pertanian kami lebih berkualitas,” ujarnya.

Menjawab hal tersebut, Sihar mengatakan, persoalan pendidikan tingkat SMA adalah wewenang pemerintah provinsi dan tingkat SD hingga SMP atau sederajat ditanggani pemerintah kabupaten/kota setempat. Namun, Sihar menegaskan, dirinya bersama Djarot telah menyiapkan program Kartu Sumut Pintar.

“Anak-anak harus sekolah, tidak ada lagi anak putus sekolah. Sekarang masih tinggi angka anak putus sekolah, sekitar 13 persen. Target harus selesai pendidikan 12 tahun. Harus menyelesaikan pendidikannya,” tegas Sihar.

Soal pertanian, Sihar menjelaskan bahwa, pihaknya mendorong agar para petani untuk meningkatkan rasa kebersamaan. Para petani harus bergotong royong dalam meningkatkan hasil pertanian untuk menjadi lebih berkualitas.

“Petani harus satu pemikiran. Tidak lagi berbicara sebagai satu persatu tetapi berbicara atas nama bersama. Kita bisa bicara benih unggul, tapi kita harus tahu dan menjalankan mekanismenya. Dengan kebersamaan ini, hasil bisa seragam, tidak berbeda-beda,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pria murah senyum itu juga menyebutkan, selain kedua hal itu, pihaknya juga menyiapkan program Kartu Sumut Sehat dan Kartu Sumut Sejahtera. Seluruh program tersebut adalah sebagai bentuk perhatian kepada warga agar target menjadikan Sumut sejahtera dapat terwujud.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Sihar dan Masyarakat Sumbul Bahas Soal Pendidikan Hingga Pertanian