alexametrics

Hardiknas, Khofifah Soroti Anak Putus Sekolah

2 Mei 2018, 18:55:54 WIB

JawaPos.com – 2 Mei merupakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai bagian dari refleksi dunia pendidikan.

Khofifah sempat menyoroti angka partisipasi sekolah (APS) di Jatim yang masih rendah. Yakni, hanya sebesar 7,23 persen. Masih banyak pula ditemukan anak-anak yang putus sekolah. Fakta tersebut tidak bisa dianggap sepele. “Banyak anak kelas dua SMP yang drop out,” kata Khofifah usai blusukan di Pasar Srimangunan, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (2/5).

Khofifah lantas menyinggung data kesejahteraan rakyat pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tahun 2017. Dimana penduduk Jatim yang berusia 15 tahun, 21 persen di antaranya tidak lulus SD. Sedangkan yang lulus SD hanya ada 30 persen.

“Itu artinya, kami saat ini masih punya 51 persen yang unskilled. Atau tenaga kerja yang belum memiliki skill mumpuni,” terang mantan Menteri Sosial (Mensos) periode 2014-2018 itu.

Untuk itu, butuh special treatment dengan penyaluran program kejar paket yang intensif untuk warga Jatim yang belum lulus SD, SMP sampai SMA. “Kejar paket ini harus sampai menyisir. Kadang banyak kasus, penduduk yang sudah kerja malas untuk melanjutkan program kejar paket,” terang perempuan yang berpasangan dengan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak ini.

Kendati demikian, special treatment dengan kejar paket bukan suatu hal yang mudah. Sebab masyarakat Jatim masih banyak yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan program tersebut. Sehingga hal yang perlu dilakukan yakni penyisiran bahkan samai tingkat RT dan RW.

Ia mencontohkan seperti kasus perempuan 18 tahun asal Pasuruan bernama Khofifah Indar Parawansa. Dia tak lulus SD dan tak tahu tentang kejar paket. Sehingga harus disisir RT/RW setempat.

Dengan vocational training, tenaga kerja tak berkeahlian bisa memiliki kemampuan. Sehingga dari segi kesejahteraan bisa terangkat dan tidak terjun ke pekerjaan informal.

“Baru setelah lulus program pendidikan dua belas tahun, SDM-nya juga harus diberi bekal vocational training untuk bekal lifeskill. Khususnya yang usianya sudah lebih dari delapan belas tahun,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dalam program Nawa Bhakti Satya Khofifah dan Emil telah merancang program Tis Tas, Pendidikan Gratis dan Berkualitas. Isinya meliputi perluasan cakupan bantuan untuk siswa miskin yang tak bisa sekolah, masalah akreditasi dan pemberian tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap.

Dalam program tersebut, Khofifah bersama Emil juga telah merumuskan progam bernama Jatim Cerdas. Ada pula penguatan Bosda Madin dan pemberian akses pendidikan bagi anak petani, buruh, anak yatim dengan pendidikan berbasis pesantren dan sanggar vokasi.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Hardiknas, Khofifah Soroti Anak Putus Sekolah