alexametrics

Kaum Marjinal Jadi Perhatian Serius Djarot-Sihar

2 April 2018, 23:30:53 WIB

JawaPos.com – Calon Wakil Gubernur (Cawgub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus miris sasat mendengar masih banyak masyarakat yang masih termarjinalkan. Hal tersebut pun jadi perhatian serius jika dia dan Djarot terpilih pada Juni mendatang.

Mereka tak mau ada lagi masyarakat yang merasa sebagai anak tiri.
Hal itu pun sudah masuk dalam visi dan misi yang diusung pasangan nmor urut dua itu. Djaror Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) juga telah membuat program dari hasil kenjungannya kedaerah. Dimana mereka telah banyak mendengar keluhan.

Seperti di kawasan Hamparan Perak, Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah serta sejumlah daerah lainnya. Dimana warga merasa sebagai kaum termarjinalkan, atas dasar tidak meratanya pembangunan yang dirasakan.

“Kunjungan saya dan Mas Djarot ke berbagai daerah di Sumut banyak kami mendengar pernyataan warga yang merasa daerahnya termarjinalkan, merasa dianak tirikan,” kata Sihar di Medan, Senin (2/4).

Sihar, merasa sedih mendengar pernyataan warga tersebut. Dirinya pun tak bisa langsung menyalahkan warga atas rasa dan penilaian tersebut. Mengingat pemikiran tersebut terbentuk atas progres pembangunan yang tidak dirasakan warga.

“Warga berpikiran, merasa sebagai kaum marjinal karena mereka merasa terpinggirkan. Tidak merasakan pembangunan yang dibutuhkan mereka di daerahnya. Jadi, tidak bisa disalahkan mereka berpikir demikian,” tuturnya.

Menurut mantan Exco PSSI tersebut, pemerintah memiliki tugas pokok dan fungsi yang tanggungjawabnya bermuara kepada masyarakat. Hal ini pula yang akan dilakukan Paslon nomor urut dua yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu. Mereka akan mewujudkan pembangunan yang merata di Sumut.

“Tupoksi inilah yang dilaksanakan, direalisasikan sebagai pertanggungjawaban terhadap masyarakat. Masyarakat pasti tahu apa yang dibutuhkan untuk daerah mereka. Tentunya, hal tersebut sebagian besar adalah infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

“Yang dibutuhkan masyarakat itu adalah realisasi dari apa yang sangat dibutuhkan dan itu hak masyarakat untuk mendapatkannya. Dengan filosofi yang kami usung, otak pintar, perut kenyang, dompet berisi dan hati senang, itulah yang diinginkan masyarakat. Didorong dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan hal yang tak mungkin Sumut menjadi luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, hal ini pun sudah ditegaskan Djarot Saiful Hidayat. Djarot menyatakan itu saat mengunjungi Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah beberapa waktu lalu, Djarot menepiskan pandangan yang terbentuk dalam benak warga tersebut dan meminta pernyataan tersebut tak lagi bikatakan. Apalagi, dirinya bersama Sihar bertekad melakukan perubahan dan pembangunan Sumut kedepannya. Dan itu semua mereka lakukan untuk masyarakat Sumut.

“Kami adalah milik warga Sumut tanpa terkecuali. Hingga tidak ada yang merasa anak tiri atau terpinggirkan. Kedatangan kami, kita harus all-out, menang total. Kita tidak bisa bekerja setengah-setengah, harus total. Kedatangan kami berdua untuk mengetuk hati, menentukan pilihan yang terbaik untuk perubahan Sumut ke depan,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Kaum Marjinal Jadi Perhatian Serius Djarot-Sihar