alexametrics

Emil Dardak: Masa Depan Madura Adalah Maritim

2 April 2018, 23:41:17 WIB

JawaPos.com – Calon wakil gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan gagasannya terkait pembangunan wilayah Madura ke depan. Gagasan tersebut disampaikan oleh cawagub nomor urut satu ini saat menjadi pembicara dalam acara seminar nasional bertajuk Masyarakat Madura Pasca Jembatan Suramadu di Hotel Utami Sumekar, Sumenep, Senin (2/4).

Dalam seminar tersebut, Emil didampingi oleh dua narasumber lainnya, yakni, Anggota DPR Fandi Utomo dan Budayawan, Zawawi Imron. Menurut Emil, Madura dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur lebih diberkahi oleh sumber daya energi yang sangat besar. Seperti Kabupaten Sumenep yang memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp 22 triliun, dimana 8 triliun dari nilai tersebut berasal dari sumber daya energi.

“Inilah sebenarnya yang menjadi berkah bagi Madura. Ada yang berpikir Madura itu miskin, siapa bilang. Padahal Sumenep sendiri PDRB-nya segitu. Makanya jangan sampai mendengar kata Rp 1 triliun saja untuk Madura sudah merasa luar biasa. Jika hanya angka-angka saja kita lempar begitu saja tapi kita tidak mengetahui benar situasi dan konteks dari Madura ini bahaya,” kata Emil.

Emil Elestianto Dardak
Emil sewaktu berbincang dengan Sastrawan Madura, Zawawi Imron (dok.Timses Media Khofifah-Emil)

Suami artis Arumi Bachsin juga menuturkan melihat lokasi Madura yang sangat dekat dengan Samudera Pasifik maka mau tidak mau masa depan Madura adalah Maritim. Sebab, sisi utara Madura tidak terlalu subur daripada selatan. 

“Pesisir Madura harus didorong dari sisi Utara, penggerak utama adalah pelabuhan Tanjung Bulu Pandan,” terang Emil.

Dilanjutkan Emil, Madura merupakan wilayah yang sangat strategis untuk dibangun pelabuhan samudera. Namun, pembangunan tersebut membutuhkan dana yang cukup banyak. Oleh karenanya, dibutuhkan kerjasama pemerintah dengan badan usaha semisal BUMN untuk membangun pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. 

“Di Bapenas saya sudah kroscek, apa sudah ada rencana kerjasama pemerintah dengan badan usaha untuk pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, ternyata belum ada sama sekali. Artinya, proses ini belum berjalan sama sekali,” katanya.

Diterangkan Emil, untuk membangun Madura harus menggerakkan seluruh elemen, mulai dari pembiayaan pemerintah, pembiayaan swasta dan paling penting adalah peran serta dari masyarakat Madura. Tak hanya itu pembangunan infrastruktur di Madura juga perlu direncanakan dan melalui tahapan yang rinci dan kompleks.

Langkah pertama menurutnya adalah merancang kerjasama pemerintah dengan badan usaha semisal BUMN untuk mempercepat pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Hal ini bertujuan untuk mereorientasi Madura ke arah yang strategis di masa depan.

“Tidak hanya Madura yang tersedot ke Surabaya namun sebaliknya daerah luar yang tersedot oleh Madura. Tersedotnya ini terjadi karena Madura belum punya gerbang, kalau ada gerbang di Madura maka industri akan berkembang di sisi utara yang tidak begitu tepat untuk pertanian,” pungkasnya.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Emil Dardak: Masa Depan Madura Adalah Maritim