alexametrics

Petani Apel Nyaris Punah, Khofifah: Perlu Proteksi Khusus

2 Maret 2018, 20:00:59 WIB

JawaPos.com – Kegiatan blusukan  calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ke Kabupen Pasuruan berhasil mengungkap penurunan jumlah petani yang memproduksi buah apel di Jawa Timur. Hal itu diketahui setalah Cagub nomor urut 1 itu melakukan dialog dengan para petani apel di Nongkojajar, Pasuruan, pada Jum’at (2/3).

Dari hasil dialog, para petani apel mengluh dengan harga jual yang sangat murah. Setiap kilonya, buah apel hanya dihargai Rp 5000, sehingga tidak seimbang dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani. Hal itu sangat memprihatinkan, sebab, Nongkojajar merupakan lokasi produksi apel terbesar di Indonesia.

“Apel itu pusat produksinya ada di Nongkojajar, tidak bisa di tanam di semua daerah bahkan ketinggian sama belum tentu bisa memproduksi. Nah ini, sekarang kondisinya petani apel di Nongkojajar terancam punah. Petani di sini tidak memiliki daya tawar,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu pun khawatir, heritage Nongkojajar sebagai penghasil apel di Indonesia bisa punah. Sebab, saat ini sudah banyak petani apel yang mencoba untuk beralih untuk menanam buah jeruk.

Oleh karena itu, Ketua Umum Muslimat NU itu menyampaikan, para petani apel Nongkojajar perlu diberikan proteksi khsusus. Salah satunya dengan memberikan regulasi pembatasan penjualan buah impor di Jatim yang itu bisa dilakukan oleh pemerintah Provinsi.

“Harganya jatuh salah satunya kalah dengan apel impor. Maka, saya ingin ada regulasi pembatasan apel impor. Dengan begitu, cukai akan dinaikkan, harga buah apel impor akan naik tinggi, dan buah apel ini akan naik juga. Intinya kami ingin memproteksi petani apel,” tegasnya.

Problem tersebut diamani oleh salah satu petani apel Nongkojajar, H. Munir alias H Super. Ia membenarkan harga jual apel dari petani Rp.5000 perkilo. Sementara ditangan pengepul, harga jual meroket menjadi Rp. 20.000 perkilo.

“Kami tidak bisa punya daya tawar, apalagi kalau punya utang ke pengepul. Makanya, sebagian petani sudah ada yang mencoba mengelola lahan dengan buah jeruk. Kalau menguntungkan, kemungkinan besar petani akan berubah komoditas penanaman menjadi jeruk,” keluhnya.

Sementara dalam kunjungan kali ini, Khofifah juga semapat memetik langsung buah apel diperkebuan milik H. Super. Khofifah nampak mengamatu betul kebun apel yang luasnya mencapai 1 hektar itu.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Petani Apel Nyaris Punah, Khofifah: Perlu Proteksi Khusus