alexametrics

Khofifah Sering Blusukan ke Pasar, Begini Penilaian Pengamat

2 Maret 2018, 16:44:10 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur Jawa Timur nonor urut 1, Khofifah Indar Parawansa terlihat kerap memanfaatkan masa kampanyenya dengan blusukun ke pasar-pasar tradisional di berbagai wilayah di Jatim. Cara tersebut dinilai cukup tepat untuk mendulang suara dalam gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Hal itu diutarakan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang juga Direktur Surabaya Surcey Center (SSC) Mochtar W Oetomo. Menurutnya, bedasarkan hasil riset yang dilakukan, cara blusukan Khofifah ke pasar-pasar tradisional termasuk model kampanye yang paling disukai pemilih.

“Menurut hasil survey SSC, menyapa langsung pemilih melalui komunikasi tatap muka memang efektif. Kemudian dari riset kami, (kampanye tatap muka) salah satu bentuk kampanye yang disukai oleh pemilih,” kata Mochtar saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jum’at, (2/3).

Menurut Mochar, pasar taradisional adalah salah satu titik kumpul masyarakat dari berbagai profesi. Dari pasar tradisional itu, Khofifah bisa merasakan secara langsung bentuk dukungan pemilih. Sekaligus, dapat dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara utuh.

“Apalagi di titik-titik kumpul masyarakat seperti pasar, bisa langsung bersentuhan, bisa melihat ekspresi wajah masyarakat. Di pasar itu bisa melihat kondisi riil masyarakat, infrastruktur pasar, naik turunnya daya beli masyarakat. Sehingga, bisa memberikan masukan yang cukup berarti bagi cagub cawagub,” bebernya.

Sementara untuk pendamping Khofifah, Emil Elestianto Dardak, Mochtar menyarankan agar mengurangi blusukannya ke pasar tadisional. Menurutnya, langkah yang paling tepat bagi Emil adalah menggarap kalangan milenial dengan cara meet the people atau tatap muka.

Hal itu dinilai lebih efektif untuk mendulang suara dari generasi milenial yang angakanya mencapai 14,5 juta atau 37,68 persen dari 38,85 juta total jumlah penduduk di Jatim. Apalagi, Emil satu-satunya kandidat yang mewakili generasi milenial.

“Dalam kontek Emil, volumenya tidak harus sebanyak Bu Khofifah. Karena, segemennya berbeda. Sebagai fondasi komunikasi, meet the people itu harus dilakukan. Tapi tidak boleh melupakan ruang-ruang kumunikasi yang lain, seperti medsos dan media massa. Karena bagi Emil dengan segmentasinya milenial juga tidak kalah efektif,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 dengan dukungan 6 partai politik. Yakni, Partai Demokrat (13 kursi), Partai Golkar (11 kursi), Partai Amanat Nasional (7 Kursi), PPP (5 kursi), Partai NasDem (4 kursi), dan Partai Hanura (2 kursi).

Dalam pencalonannya, paslon nomor urut 1 itu menawarkan beberapa program kerja jika terpilih kelak. Program-program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Bhakti Satya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Khofifah Sering Blusukan ke Pasar, Begini Penilaian Pengamat