alexametrics
Di Tengah Pandemi Covid-19

Apkasi Optimistis Pilkada Serentak Bisa Berjalan Sukses

1 Juli 2020, 06:05:04 WIB

JawaPos.com – Di tengah pandemi Covid-19, bangsa Indonesia akan memasuki tahapan gelaran pemilihan serentak pada 9 Desember 2020 mendatang untuk memilih kepala daerah tingkat satu dan tingkat dua. Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas optimistis pilkada serentak bakal berjalan tertib dan lancar meski ada pandemi Covid-19.

Bupati Banyuwangi Azwa Anas dalam kegiatan webinar Apkasi di Jakarta, Selasa (30/6), mengatakan pemilihan serentak 2020 akan menjadi tantangan tersendiri bagi para kepala daerah, KPU, Kemendagri serta multi pihak untuk bisa menggelar pilkada sesuai perundang-undangan. dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita belum tahu sampai kapan Covid-19 ini akan berakhir. Tapi dalam waktu yang bersamaan demokrasi juga harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti dengan alasan Covid-19,” kata Azwar Anas dalam keterangannya di Jakarta.

Dia pun memberikan apresiasi yang setingi-tingginya dan ucapan terima kasih atas kesungguhan para bupati dalam memerangi pandemi Covid-19. Menurutnya, semangat para bupati ini luar biasa.

“Saya melihat dengan segala cara dan dedikasi yang bapak pertaruhkan demi penanganan Covid-19 di tempat bapak dan ibu sekalian menunjukkan kinerja yang sangat membanggakan. Tentu di sana-sini masih banyak kekurangan karena terbatasnya anggaran, karena masalah-masalah yang timbul dari Covid-19, tapi kita tidak sendirian karena kita tahu tidak ada satupun negara yang tidak tergagap-gagap mengatasi masalah ini.”

Ahmad Dolli Kurnia Tanjung, Ketua Komisi II DPR RI yang menjadi narasumber secara virtual dari gedung DPR RI menyampaikan bahwa pilkada serentak 2020 memang berbeda dari pilkada-pilkada sebelumnya. “Untuk itulah kami sedang mempersiapkan peraturan-peraturan yang akan menjadi pegangan dan panduan teknis pelaksanaan pilkada. Ada dua prinsip penerapan yang menjadi perhatian utama, prinsip pertama yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan prinsip kedua yakni tetap menjaga pinsip-prisnip pelaksanaan demokrasi dalam pilkada serentak 2020,” imbuhnya.

Ahmad Dolli menyebutkan ada 3 indikator prinsip demokrasi bisa ditegakkan walau dalam pandemi Covid19; pertama, tingkat partisipasi pemilih tetap tinggi; kedua tingkat kecurangan harus ditekan dengan adanya kemungkinan munculnya modus-modus baru dan ketiga adanya fasilitasi agar para calon kepala daerah bisa menyampaikan program visi dan misinya secara adil dan proporsional. Ia menambahkan, “Ini menjadi tantangan bersama dan juga harus dikawal bersama, dan saya rasa pengawasan publik atas pelaksanaan pilkada serentak sekarang ini bukan lagi hal yang sulit.”

Dari pihak KPU, Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan regulasi khusus yang menyangkut protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020. “Peraturan tentang protokol kesehatan ini tidak hanya di tahap pemilihan dan penghitungan suara saja, namun ini berlaku untuk semua tahapan dari verifikasi faktual, penyusunan daftar pemilih, proses kampanyenya hingga rekapitulasi penghitungan suara,” jelasnya sambil menekankan aturan protokol kesehatan tidak hanya berlaku bagi KPU, tapi juga berlaku untuk seluruh pemilih dan calon yang dipilih.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang menjadi narasumber mengatakan peran pemda ini sangat penting dalam mendukung setiap tahapan pilkada serentak dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Peran pemda tersebut di antaranya, memberikan update data penduduk dan mendorong pemutahiran e-KTP, mendukung seluruh tahapan pilkada serentah sesuai peraturan yang berlaku, ketersediaan anggaran, menjaga stabilitas dan keamanan, menjaga netralitas ASN, TNI dan Polri, memfasilitasi sosialisasi pilkada, dan melibatkan tokoh masyarakat agar partisipasi pemilih nanti tetap tinggi meski di tengah pandemi,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads