JawaPos Radar

Dianggap Fitnah Ijeck, Kaskus Dilaporkan

01/06/2018, 16:56 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pelaporan Kaskus
Muhammad Angga Putra didampingi Tim Advokasi Eramas saat membuat laporan di Bawaslu Sumut, Kamis (31/5) malam. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Intensitas Pilkada memanas jelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Lantaran diduga telah menyebarkan fitnah dan berita bohong terhadap calon wakil gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck), laman kaskus.co.id dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh seorang warga Medan bernama Muhammad Angga Putra pada Kamis (31/5) malam.

Dalam keterangannya, Angga menilai kaskus sebagai media online telah membuat berita bohong, dimana memuat postingan yang menyebut Ijeck sudah menjadi tersangka terkait kasus suap Gatot Pujo Nugroho. Namun sayangnya postingan tersebut sudah dihapus.

"Di bulan Ramadan begini, kok ada yang begitu kejam melontarkan fitnah. Bukannya fokus beribadah, malah berupaya berbuat dosa dengan memberi tuduhan sadis yang tidak benar," kata Angga dalam rilisnya yang diterima JawaPos.com, Jumat (1/6). 

Angga menuding ada kepentingan di balik postingan yang mengandung berita bohong tersebut. Bahkan ia menduga ada pihak-pihak yang sengaja memesan tulisan tersebut. "Kalau tidak dipesan dan dibayar mahal, tidak mungkin juga media online ini berani buat berita bohong," pungkasnya.

Sayangnya, saat JawaPos.com mencoba menelusuri postingan yang dimaksud di kaskus.co.id tersebut, ternyata sudah tidak diketemukan lagi.

Penelusuran yang dilakukan di laman milik kaskus.co.id dengan kata kunci Musa Rajekshah ataupun Ijeck hanya menunjukkan beberapa tautan. Salah satunya, salah satu postingan di bulan April 2018, akun premanisudrajat memuat tulisan berjudul Giliran Anif dan Ijeck Diperiksa KPK? Tulisan itu bercerita tentang H Anif yang meminjamkan uang kepada Gatot Pujo Nugroho untuk uang ketok palu pengesahan APBD. 

Sementara itu, Tim advokasi Eramas Idharul Haq didampingi Zulfikri Lubis mengatakan, belakangan ini memang banyak bermunculan berita hoax yang menyerang Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah ERAMAS. Menurutnya, berita tersebut sepertinya sengaja dimunculkan untuk menciderai nama baik Eramas. 

"Hari ini muncul berita hoax, selang sehari dua hari beritanya sudah hilang. Besok muncul lagi, hilang lagi. Jadi seperti sudah terpola dan memang sepertinya dilakukan oleh orang yang sedang panik dan takut kalau ERAMAS semakin disenangi masyarakat," tandasnya. 

Mereka berarap agar laporan itu cepat diproses oleh Bawaslu. Sehingga ada efek jera kepada pelaku yang berani menyebarkan hoax

"Kalau ini terus dibiarkan, itu sama artinya dengan kita membiarkan kelompok tertentu dengan leluasa merusak jalannya pesta demokrasi dengan tindakan tindakan yang tidak bermoral, seperti fitnah, menghasut dan ujaran kebencian," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Public Relation (PR) Kaskus Quary Mitratama mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi tentang pelaporan kaskus.co.id ke Bawaslu Sumut.

"Sejauh ini kita belum ada laporan dari pihak legal, mengenai gugatan dari yang bersangkutan. Dan sebenarnya, kalau mau dituntut, kita mesti cek dulu internal. Ini threads-nya siapa yang buat," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (1/5).

Menurut dia, threads yang ada di laman kaskus merupakan yang dibuat oleh pengguna. Namun begitu, jika Kaskus melihat thread itu berbau SARA, pihaknya punya hak untuk menghapusnya. "Kaskus punya regulasi sendiri, pada saat thread itu sudah memicu sara dan mencemarkan nama baik seseorang, kita punya hansip sendiri," imbuhnya.

Dia pun menegaskan, Kaskus adala platform yang menyediakan media untuk penggunanya mengirimkan konten. "Yang pasti bukan kaskus yang dikenakan. Karena dari awal sudah jelas, Kaskus adalah platform yang menyediakan wadah untuk user mengirim berita. Cuma kalau itu adalah tanggungjawab kaskus, bukan juga. Karena bukan kaskus yang nulis juga," tandasnya.

(pra/JPC)

Alur Cerita Berita

ERAMAS Ungguli DJOSS di 17 Kecamatan 01/06/2018, 16:56 WIB
UAS: Bantulah Pemimpin Peduli Umat 01/06/2018, 16:56 WIB
Ijeck Ajak Masyarakat Jangan Golput 01/06/2018, 16:56 WIB
Pendeta Bantah Baptis Edy Rahmayadi 01/06/2018, 16:56 WIB
Tokoh Lintas Agama Dukung ERAMAS 01/06/2018, 16:56 WIB
Keturunan Mbah Wongso Dukung ERAMAS 01/06/2018, 16:56 WIB
PISS Tambah Amunisi DJOSS 01/06/2018, 16:56 WIB
Ormas Tionghoa Komit Dukung DJOSS 01/06/2018, 16:56 WIB
Ijazah JR Saragih Kembali Digugat 01/06/2018, 16:56 WIB
JR Saragih Berpeluang Ikut Pilgub 01/06/2018, 16:56 WIB
Masyarakat Minta Djarot Benahi Sumut 01/06/2018, 16:56 WIB
DJOSS Tiru Gaya Blusukan Jokowi 01/06/2018, 16:56 WIB
Djarot-Sihar Dapat Hadiah Sapu Lidi 01/06/2018, 16:56 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up