alexametrics

Libur May Day, Khofifah-Emil Ziarah Ke Makam Marsinah

1 Mei 2018, 12:37:44 WIB

JawaPos.com – Libur kampanye untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang dirayakan setiap tanggal 1 Mei dimanfaatkan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak untuk ziarah ke makam Almarhum Marsinah. Marsinah adalah seorang aktivis dan buruh pabrik Jaman Pemerintahan Orde Baru yang diculik lalu ditemukan terbunuh pada tanggal 8 Mei 1993.

Kedatangan paslon nomor urut satu di komplek pemakaman Marsinah tepatnya di Desa, Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Selasa, (1/5) pagi disambut oleh para buruh. Tidak begitu lama bertegur sapa, Khofifah bersama Emil langsung bergegas berjalan kaki menuju pusara Marsinah.

Setibanya, Khofifah bersama Emil yang mengenakan baju putih ini langsung bersimpuh membacakan doa untuk Almarhumah aktivis buruh itu. Keduanya juga sempat membacakan surat Yasin dengan khidmat untuk Marsinah.

Libur May Day, Khofifah-Emil Ziarah Ke Makam Marsinah
Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi kediaman orang tua almarhumah Marsinah, di Sukomoro, Nganjuk, Selasa pagi (1/5) (istimewa)

“Marsinah memberikan satu perjuangan, pengorbanan untuk bisa membawa kebaikan dan kehidupan para buruh dan para karyawan. Dan itu menjadi catatan sejarah di negeri ini” kata Khofifah seusai berziarah.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Periode 2014-2018 ini mengakui, ke depan, perlindungan serta pemenuhan hak buruh harus bisa ditingkatkan. Khofifah sempat menguraikan perbedan besaran UMK di Jawa Timur. Seperti, wilayah ring 1 yang meliputi wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto sudah cukup tinggi. Di luar wilayah masih sangat minim.

Khofifah berharap, pemerintah Kota dan pemerintah Kabupaten setempat dengan para pengusaha serta buruh agar berseiring membangun komitmen meningkatkan produktivitas mereka dan memberikan hak-hak buruh dengan upah hidup minimum jadi bukan hanya upah kerja.

“Perlindungan kepada buruh kesejahteraan kepada buruh dan pemenuhan hak-hak buruh memang dibeberapa lini harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Emil Dardak mengatakan, sosok Marsinah merupakan perempuan hebat dan tangguh. Perjuangan Marsinah waktu mampu menumbuhkan semangat perjuangan kaum buruh untuk menuntut hak-haknya.

“Sejak beliau (Marsinah) meninggal, maka setelah itu pergerakan buruh menjadi semakin solid. Dan munculah gerakan dari akar rumput dengan dibentuknya perserikatan-perserikatan baru,” sambung Emil.

Editor : Soejatmiko

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Libur May Day, Khofifah-Emil Ziarah Ke Makam Marsinah